ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.
ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.

Forum Honorer Minta Seleksi PPPK Dilakukan Transparan

Nasional tenaga honorer
Farhan Dwitama • 23 Januari 2020 17:22
Tangerang: Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Tangerang Selatan, meminta tak ada lagi titipan dan kongkalikong dalam seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Forum ingin keterbukaan sejak pengumuman lowongan hingga perekrutan.
 
"Kami ingin transparansi dalam perekrutan PPPK. Tapi kami tetap berharap, untuk yang sudah mengabdi (honorer) diikutsertakan dalam tes," kata Sekjend FHI Kota Tangsel, Abdul Aziz, saat dikonfirmasi, Kamis, 23 Januari 2020.
 
Aziz menjelaskan FHI Tangsel mendukung segala aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, dalam hal ini peniadaan status pegawai honorer di pemerintahan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun begitu dia berharap para pegawai honorer bisa mengikuti seleksi PPPK dan CPNS sesuai aturan dan ketentuan berlaku. 
 
"Apa yang sudah menjadi keputusan dan aturan Negara, kami siap menaati. Kalau statemen kami didorong untuk mengikuti seleksi PPPK dan CPNS kami sepakat. Asal saja Transparansi dalam penyeleksian, karena sudah menjadi rahasia umum sekali tentang titipan-titipan atau disebut KKN seperti itu, kita harus hindari," jelas Azis.
 
Dengan proses seleksi yang transparan dan tanpa ada unsur korupsi, kolusi dan nepotisme. FHI Tangsel, jajaran pegawai Pemerintah memiliki kualitas SDM unggul sesuai yang diharapkan. 
 
"Tapi seandainya pegawai honor itu ikut tes PPPK dan kemudian tidak lolos, mungkin memang mereka selama ini tidak serius bekerja di Pemerintahan Kota Tangsel. Tapi kalau memang lolos, berikan hak itu. Lantik dia," ungkap Azis.
 
Dijelaskan Abdul Aziz, momentum Pilkada seperti yang akan dihadapi di Kota Tangsel, menjadi sangat rentan terhadap ketidaktransparanan dan kongkalikong penempatan pegawai. 
 
"Praduga tak bersalahnya, jangan sampai ada titipan. Apalagi menjelang Pilkada. Karena FHI tidak ikut bertanggung jawab apabila ada gejolak jika menemukan adanya oknum yang dititip-titipi dalam proses seleksi ini," ungkap Abdul Aziz.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif