Deputi BPJS Kesehatan Jatim, Handaryo. Foto: Medcom.id/Amal
Deputi BPJS Kesehatan Jatim, Handaryo. Foto: Medcom.id/Amal

1,2 Juta Peserta PBI BPJS Kesehatan di Jatim Dinonaktifkan

Nasional BPJS Kesehatan
Amaluddin • 11 Oktober 2019 12:58
Surabaya: Jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Jawa Timur mencapai 15,2 juta jiwa. Dari angka itu sebanyak 1,2 juta jiwa dikeluarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI.
 
"Tahap ke delapan ini, Jatim yang terbesar secara nasional karena jumlah yang dikeluarkan mencapai 1,2 juta peserta PBI," kata Deputi BPJS Kesehatan Jatim, Handaryo, di Surabaya, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Mereka dikeluarkan karena berbagai faktor, di antaranya data ganda, peserta yang sebelumnya tidak mampu menjadi mampu, dan telah meninggal. Dia melanjutkan sebanyak 607 ribu orang menjadi peserta baru BPJS Kesehatan PBI. Jumlah peserta PBI di Jatim total sebanyak 14,6 juta jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Handaryo menerangkan kepesertaan BPJS Kesehatan di Jatim relatif bagus mencapai 28,6 juta atau 72 persen dari sekitar 40,4 juta penduduk Jatim. Khusus kepesertaan PBI Jaminan Kesehatan di Jatim mencapai 15,2 juta orang. Kemudian PBIJK yang didaftarkan daerah sekitar 2,8 juta peserta.
 
"Karena adanya PBI Jaminan Kesehatan yang dinonaktifkan, kepesertaan BPJS Kesehatan di Jatim turun menjadi 70,2 persen dari jumlah penduduk Jatim yang mencapai 40,4 juta orang," ujar Handaryo.
 
Dia berharap masyarakat peserta PBI yang sudah dikeluarkan namun fakta di lapangan belum mampu diminta melapor Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Sehingga bisa didaftarkan kembali, bila pemda masih memiliki kuota.
 
"Tapi kalau pemdanya sudah tidak memiliki kuota, silahkan didata kembali oleh Dinsos untuk dimasukkan Data Terpadu Keseahteraan Sosial (DTKS), supaya nanti masuk ke dalam ketetapan Kemensos kembali," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif