Anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kabupaten Pulang Pisau melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di desa Tanjung Taruna Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (15/8/2019). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S.
Anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kabupaten Pulang Pisau melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di desa Tanjung Taruna Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (15/8/2019). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S.

25 Hektare Lahan di Kalsel Terbakar Selama Dua Minggu

Nasional kebakaran lahan dan hutan
Antara • 16 Agustus 2019 09:28
Banjarmasin: Kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, terhitung sudah selama dua minggu. Kebakaran terjadi mulai 1 hingga 14 Agustus 2019 dan sudah mencapai 25 hektare lahan yang terbakar.
 
"Data bersifat sementara, luas lahan yang terbakar berdasarkan perkiraan," kata Staf Kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU Udi Hartono di Amuntai, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Berdasarkan sumber data BPBD Hulu Sungai Utara (HSU) wilayah Amuntai tengah, yang terjadi kebakaran lahan yakni di Desa Pinang Habang seluas dua hektare pada 1 Agustus 2019. Berselang dua hari kebakaran lahan terjadi lagi di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah di Desa Mawar Sari seluas tiga hektar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wilayah Amuntai Tengah berikutnya yang mengalami kebakaran lahan yakni di Desa Rantawan seluas 1,5 hektare yang terjadi pada 6 Agustus 2019, pada 12 Agustus 2019 giliran Desa Karias dengan luas lahan terbakar 0,5 haktare, kebakaran berlanjut pada 13 Agustus 2019 di desa ini dengan tambahan luas lahan terbakar 1,5 hektare. Sehingga total lahan terbakar di Kecamatan Amuntai Tengah terhitung 1 -14 Agustus diperkirakan seluas 8,5 haktare.
 
Selanjutnya di wilayah Kecamatan Paminggir terbakar lahannya seluas tujuh hektare, yakni di Desa Sapala seluas kima haktare dan Pal Batu/ Kampung Baru 2 hektare.
 
Kemudian Desa Tapus Dalam di Kecamatan Sungai Pandan (Alabio) mengalami kebakaran lahan seluas 6,5 hektare yang terjadi pada 11, 12, 13 Agustus 2019.
 
Sedangkan di Desa Kayakah Kecamatan Amuntai Selatan seluas 2,5 hektare yang terbakar lahannya pada awal Agustus dan Desa Banjang Kecamatan Banjang seluas dua hektare pada 04 Agustus 2019.
 
Dia mengatakan berbagai upaya dilakukan tim satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (satgas karhutla) untuk meminimalisir terjadinya musibah kebakaran, namun masih ada oknum warga yang tak peduli terhadap bahaya kabut asap yang dihasilkan dari membakar lahan.
 
Akibatnya, selama lebih satu pekan terakhir kabut asap tipis dan tebal kerap menyelimuti wilayah Kota Amuntai dan sekitarnya, khususnya saat pagi hari.
 
Udi juga mengatakan Tim Satgas Karhutla dibantu relawan yang tersebar di setiap desa untuk terus memantau dan memberikansosialisasi terkait bahaya membakar lahan dan hutan kepada masyarakat.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif