Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi di Halaman Depan Balai Kota Malang, Jumat 6 September 2019. (Foto: Dok. Pemkot Malang)
Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi di Halaman Depan Balai Kota Malang, Jumat 6 September 2019. (Foto: Dok. Pemkot Malang)

KPK Ingin Kota Malang Jadi Pusat Peradaban Anti Korupsi

Nasional pencegahan korupsi
Daviq Umar Al Faruq • 06 September 2019 15:30
Malang: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengatakan bahwa Kota Malang harus menjadi pusat peradaban anti korupsi. Hal itu disampaikannya pada acara pembukaan Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi di Balai Kota Malang, Jumat, 6 September 2019.
 
"Kota Malang bukan saja harus bisa menjadi pusat peradaban anti korupsi bagi Indonesia, namun juga bagi dunia. Mengapa demikian karena kita belajar dari masa lalu. Jika kita pernah tergelincir, Insya Allah kedepannya kita tidak akan terpeleset pada jurang yang sama," kata Laode di lokasi.
 
Maksud dari Laode yakni, sebelumnya sebanyak 45 pejabat dari Kota Malang ditetapkan tersangka oleh KPK terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Puluhan tersangka itu terdiri dari mantan Ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono; mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan, Jarot Edy Sulistiyono; pihak swasta, Hendrawan Maruszama; mantan Wali Kota Malang, Moch Anton, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Cipto Wiyono dan 40 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019.
 
Badai korupsi itulah yang membuat KPK meminta agar Kota Malang menjadi pusat peradaban anti korupsi.
 
Laode sendiri mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Malang yang telah 100 persen menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK. Dia juga mengapresiasi pelaksanaan pendidikan karakter sejak usia dini di Kota Malang.
 
"Hal tersebut sejalan dengan tujuan kampanye anti korupsi yang dilakukan oleh KPK. Bukan saja hanya melakukan kampanye biasa,namun kami berupaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat," jelas Laode.
 
Pria 54 tahun ini berharap kedepannya Kota Malang bisa menjadi kota percontohan di Indonesia. Terutama terkait pelaksanaan pendidikan anti korupsi seperti halnya pelaksanaan pendidikan karakter masyarakat.
 
"Tentu, Program Pendidikan Karakter yang dilakukan oleh Pemkot Malang merupakan dasar dari pembentukan akhlak yang tujuannya juga bisa membentuk karakter antikorupsi," beber Laode.
 
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengaku pihaknya mendukung segala program kegiatan yang dilaksanakan oleh KPK. "Insya Allah Kota Malang akan terus berupaya memperbaiki diri dan berbenah dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang anti korupsi seperti tujuan kampanye KPK pada kegiatan hari ini," kata Sutiaji.
 
Sutiaji menambahkan Roadshow KPK di Kota Malang ini diharapkan akan menjadi motivasi serta inspirasi bagi Kota Malang untuk dapat terus belajar menjalankan e-goverment yang bersih. "Saya juga berharap agar sosialisasi dapat terus dilakukan sehingga praktek korupsi di Kota Malang dapat terus kita musnahkan," pungkas Sutiaji.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif