Warga apartemen menolak Hotel Kyriad menjadi tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) covid-19.
Warga apartemen menolak Hotel Kyriad menjadi tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) covid-19.

Warga Tangerang Tolak Hotel Jadi Lokasi Isolasi OTG

Nasional Virus Korona covid-19
Hendrik Simorangkir • 16 Oktober 2020 13:23
Tangerang: Warga apartemen Tamansari Skyloung menolak Hotel Kyriad menjadi tempat isolasi orang tanpa gejala (OTG) covid-19. Pasalnya, hotel yang berada di Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Kota Tangerang, Banten itu berhadap-hadapan.
 
Warga apartemen, Dini, mengatakan alasan para warga apartemen menolak lantaran banyak diisi oleh keluarga yang memiliki anak kecil. Bahkan, banyak lansia dan bayi yang mengisi apartemen tersebut.
 
"Sebenarnya kami tidak bermaksud menghambat program pemerintah ya. Tapi menurut pertimbangan kami kalau di sini warganya banyak juga, ada anak kecil, lansia dan bayi," ujarnya, Jumat, 16, Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dini menjelaskan, atas hal itu para penghuni meminta pemerintah untuk mempertimbangkan lagi. Sebab, hotel yang berbatasan langsung dengan apartemen itu hanya dibatasi dinding dan pintu saja.
 
"Itu menjadi rumah singgah covid-19, tanpa kami tahu terlebih dahulu. Ini sudah jalan selama 12 hari kami sudah menuntut untuk cobalah pikirkan, masih banyak hotel lain di Kota Tangerang yang lebih layak," uajrnya.
 
Baca:Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Jepara 84 Persen
 
Sementara itu, Febri, warga apartemen lainnya menuturkan dirinya sempat diajak manajemen untuk rapat bersama dinas terkait. Dia mengaku, kala itu baru bangun tidur dan diminta ikut rapat.
 
"Dan hari itu pun, surat dari dinas hotel ditetapkan jadi tempat isolasi," kata Febri.
 
Febri menambahkan, seluruh penghuni sangat resah. Bahkan, sebagian penghuni sudah meninggalkan apartemen. Termasuk, lanjutnya, ada beberapa aparatur negeri sipil (ASN) penghuni diberitahukan untuk tidak menempati apartemen itu.
 
"Berarti kan itu berbahaya sekali virus itu. Kami hanya dikasih masker, kemudian vitamin. Nah itu pun sebenarnya alhamdulillah kita bisa beli juga. Kami minta tolong untuk kejadian berikutnya tidak ditempatkan lagi," tuturnya.
 
Febri menambahkan, beberapa pasien OTG covid-19 melakukan tidakan yang membuat penghuni apartemen makin resah. Seperti, merokok di balkon depan kamar hotel, tidak memakai masker, dan menjemur pakaian di balkon.
 
"Itu kan sangat meresahkan juga, mana tahu kita kan mereka OTG. Kita bagaimana tahu dari asal rokok mereka menularkan atau tidak," jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif