NEWSTICKER
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Jatim, Heru Tjahjono, dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu malam, 15 Maret 2020. Dokumentasi/ istimewa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Jatim, Heru Tjahjono, dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu malam, 15 Maret 2020. Dokumentasi/ istimewa

Taktik Khofifah Cegah Penyebaran Korona di Jawa Timur

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 16 Maret 2020 13:24
Surabaya: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengambil beberapa langkah taktis di enam bidang untuk mencegah penyebaran virus korona covid-19. Enam bidang itu adalah perhubungan, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, ekonomi, dan informasi komunikasi.
 
"Keputusan ini berlaku dalam waktu 14 hari mulai 16 sampai 29 Maret 2020," kata Khofifah pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu malam, 15 Maret 2020.
 
Baca: Pemerintah Diminta Perjelas Status Social Distancing

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah taktis di enam bidang itu, Khofifah menekankan agar meningkatkan kewaspadaan mencegah pandemi korona. Di antaranya bidang perhubungan yang diminta menyediakan fasilitas hand sanitizer dan sabun di setiap fasilitas publik seperti terminal, bandara, stasiun, dan pelabuhan.
 
"Kemudian menyediakan pos pemeriksaan kesehatan yang dilengkapi thermal gun dan masker," jelas Khofifah.
 
Untuk bidang pendidikan, Khofifah menginstruksikan seluruh kegiatan sekolah di semua tingkatan dilakukan di rumah masing-masing dengan memberikan tugas yang akan dinilai pada saat masuk sekolah. Khofifah juga meminta sekolah menunda pelaksanaan kegiatan pertukaran pelajar (study exchange), baik ke luar maupun ke dalam negeri, termasuk kegiatan studi tour.
 
Sementara khusus untuk SMK/SMA yang akan mengikuti ujian nasional (UN) mulai tanggal 16-19 Maret 2020, dan SMA mulai tanggal 30 Maret-2 April 2020, tetap dilaksanakan sesuai jadwal. "Namun pihak sekolah harus memperhatikan berbagai prosedur kesehatan yang telah ditentukan," ungkap Khofifah.
 
Baca; Tips agar Anak Tidak Sering Menyentuh Wajah
 
Bidang kesehatan, Khofifah meminta seluruh dinas kesehatan (Dinkes) se-Jatim untuk melakukan pemantauan orang yang baru datang dari negara terjangkit virus korona. Kemudian Dinkes harus melakukan tracking kepada pasien yang diyatakan positif korona, dan meningkatkan penyuluhan pencegahan covid-19 kepada masyarakat.
 
Dalam Bidang Informasi dan Komunikasi, Khofifah meminta pihak terkait menyediakan Call Center, yang terintegrasi dengan nomor 1500117, 081334367800 (Dinas Kesehatan Pemprov Jatim), dan 08124922279 (RSUD dr. Soetomo Surabaya).
 
Masyarakat juga diimbau untuk Iebih banyak tinggal di rumah, dan menghindari keramaian, kecuali untuk kepentingan mendesak. "Hal ini juga terkait World Health Organization (WHO) yang telah menyatakan korona sebagai pandemik. Sehingga diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan untuk melindungi keamanan dan kesehatan masyarakat Jatim," pungkas Khofifah.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif