ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Khofifah Ingin Petugas Check Point di Perbatasan Selalu Waspada

Nasional Virus Korona PSBB
Daviq Umar Al Faruq • 13 Mei 2020 21:24
Malang: Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan check point atau posko penyekatan di delapan titik pintu masuk Jatim. Yakni di perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur biasa, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur tol, Magetan-Larangan, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi.
 
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan tujuh check point berada di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Lalu satu check point sisanya berada di perbatasan Bali dengan Jawa Timur. Check point ini didirikan untuk mencegah arus mudik.
 
"Sebetulnya kalau mudik, itu kami memang dari awal menyampaikan mohon kami bisa disupport dari hulu nya. Tapi kalau warga Jawa Timur ini sekarang ada delapan check point, delapan penyekat," kata Khofifah di Gedung Bakorwil III Malang, Jawa Timur, Rabu, 13 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: PSBB Malang Raya Dimulai 17 Mei
 
Khofifah menjelaskan dari delapan check point tersebut, banyak pemudik yang ditemukan di perbatasan Ngawi. Hanya saja Pemprov Jatim memberikan kelonggaran kepada pemudik yang hendak masuk ke wilayah Jatim.
 
"Yang paling banyak, sekitar 60 persen itu di Ngawi. Kalau kemudian KTP Jawa Timur, kita harus proteksi, mereka adalah warga kami. Tapi kalau belum masuk Jawa Timur, ini yang kami mohon, pada pintu-pintu penyekat sebelum masuk Jawa Timur. Jadi kalau sudah masuk Jawa Timur, ya sudah, KTP Jatim, masuklah," jelas Khofifah.
 
Pemudik yang bisa masuk ke wilayah Jatim tersebut akan dilakukan pemeriksaan berlapis. Mulai dari mulai Dinas Kesehatan, hingga dilakukan rapid test.
 
"Dinas Perhubungan, yang ada di Posko Penyekatan. Di garda terdepan adalah TNI-Polri, oleh karena itu, jajaran TNI-Polri yang ada di penyekat ini, disupport oleh Dishub dan Dinkes, ini semua sudah terkonfirmasi," ujarnya.
 
Mantan Menteri Sosial ini menambahkan bila ditemukan pemudik dengan suhu tubuh 37,5 derajat celcius ke atas maka sudah harus diwaspadai. Selanjutnya pemudik tersebut dilakukan rapid test, bila hasilnya reaktif, maka pemudik tersebut wajib dirujuk ke rumah sakit terdekat.
 
"Kalau mereka dalam keadaan sehat tanpa gejala klinis, mereka harus melalui observasi di desa, atau kelurahan. Sekarang ini ada 87 persen, dari 7.724 desa di Jatim, ada 87 persen yang memiliki ruang observasi. Ada sekitar 5.000 orang yang sedang dikarantina," pungkas Khofifah.
 

 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif