Peta gempabumi tektonik magnitudo 5,2 guncang Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, pada pukul 04.19 WIB. (Foto: ANTARA/HO-BMKG)
Peta gempabumi tektonik magnitudo 5,2 guncang Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, pada pukul 04.19 WIB. (Foto: ANTARA/HO-BMKG)

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Boven Digoel

Nasional Gempa Bumi
Antara • 22 Maret 2020 08:23
Jayapura: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang Kabupaten Boven Digoel, Papua, Minggu, pukul 04.19 WIB.
 
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, gempa yang terjadi berjenis tektonik.
 
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo 5,2 yang kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,0," kata dia, Minggu, 22 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.52 Lintang Selatan dan 141.35 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 131 km arah Timur Laut Kota Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua, pada kedalaman 10 kilometer.
 
Lebih lanjut, kata Daryono, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas zona lipatan dan sesar naik Papua (Papua Fold and Thrust Belt).
 
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar dia.
 
Baca juga:Gempa 6,6 Magnitudo Guncang Bali
 
Guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Boven Digoel III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.
 
"Hingga kini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkapnya.
 
Hingga pukul 06.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)
 
Rahmat mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
 
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif