Mahasiswa Sumsel yang baru tiba dari Tiongkok diperiksa kesehatan di Bandara SMB II Palembang. Foto: Medcom/Gonti Hadi Wibowo
Mahasiswa Sumsel yang baru tiba dari Tiongkok diperiksa kesehatan di Bandara SMB II Palembang. Foto: Medcom/Gonti Hadi Wibowo

7 Mahasiswa Sumsel Berhasil Pulang dari Tiongkok

Nasional virus korona
Gonti Hadi Wibowo • 01 Februari 2020 19:59
Palembang: Tujuh mahasiswa asal Sumatra Selatan (Sumsel) yang berkuliah di Tiongkok tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sabtu, 1 Februari 2020, pukul 17.00 WIB. Setelah dicek kesehatan, ketujuh mahasiswa tersebut dipastikan negatif dari virus korona.
 
Salah satu mahasiswa, Adam Amrismafasyah, 19, bercerita kondisi di Tiongkok sudah sangat sepi akibat pemberitaan penyebaran virus korona. Ia dan teman-teman asal Indonesia pun menggurung diri di dalam kamar karena adanya larangan pihak kampus beraktivitas di luar.
 
"Kami di sini pulang ke Indonesia memakai uang pribadi bukan dari pemerintah," kata Adam di Bandara SMB II Palembang, Sabtu, 1 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahasiswa Jiansu Normal University Tiongkok itu mengaku sempat enggan pulang ke Indonesia. Sebab, jarak tempat tinggalnya di Kota Zhenjiang tergolong jauh dari Wuhan, yang menjadi lokasi awal penyebaran virus korona.
 
Namun, mahasiswa asal Kabupaten Muara Enim itu diminta pulang keluarganya. Orang tua khawatir dengan kondisi kesehatan Adam jika bertahan di Zhenjiang.
 
"Kondisi di sana (Zhenjiang) semua toko sudah tutup, transportasi tidak ada, dan stok masker sudah menipis sehingga kami semua hanya berdiam diri di dalam kamar saja," cerita Adam.
 
Adam dan teman-temannya belum bisa memastikan kapan akan kembali ke Tiongkok. Dirinya masih menunggu kondisi di Tiongkok kondusif dan cukup aman dari virus korona.
 
Mahasiswa lainnya, Annisa Sekar, 18, mengaku sempat kesulitan pulang ke Indonesia. Pemesanan tiket ke Indonesia Mahasiswi Chanchun University itu sempat dibatalkan dua kali oleh otoritas penerbangan setempat.
 
"Saya sudah pesan tiket dua kali tetapi harus dibatalkan dan ini saya pesan ketiga alhamdulilah bisa pulang," kata Annisa.
 
Annisa mengaku hanya berdiam di kamar selama dua pekan terakhir. Kondisi makanan sudah terbatas dan kehabisan masker.
 
"Masker sudah tidak ada lagi jadi saya harus diam di dalam kamar selama 14 hari tidak boleh oleh pihak kampus untuk pergi keluar," ucap Annisa.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif