Tangkapan layar yang menunjukkan pria bergamis bersitegang dengan petugas karena melanggar PSBB di Surabaya, Rabu sore, 20 Mei 2020. ANTARA Jatim/HO/WI
Tangkapan layar yang menunjukkan pria bergamis bersitegang dengan petugas karena melanggar PSBB di Surabaya, Rabu sore, 20 Mei 2020. ANTARA Jatim/HO/WI

Pelanggar PSBB di Surabaya Lawan Petugas

Nasional Virus Korona PSBB
Antara • 21 Mei 2020 18:46
Surabaya: Kepolisian Daerah Jawa Timur membenarkan adanya insiden pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di cek poin pintu keluar Tol Satelit Surabaya pada Rabu sore, 20 Mei 2020.

Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, terlihat seorang pria berpakaian gamis sempat bersitegang dengan petugas karena mobil yang ditumpanginya dipaksa putar balik karena melanggar PSBB.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andikomembenarkan bahwa sesuai pelat nomor kendaraan bahwa pria bergamis penumpang mobil sedan Camry itu ialah Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil, Pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan.
 
Insiden bermula ketika petugas menghentikan mobil tersebut yang melaju dari arah Malang dan keluar di pintu keluar Tol Satelit Surabaya. Petugas melakukan pemeriksaan karena pelat mobil/nopol adalah N (Pasuruan), bukan L (Surabaya) dan W (Sidoarjo atau Gresik).

"Kedua, sopir tidak menggunakan masker. Ketiga, kapasitas (jumlah penumpang) melebihi," kata Trunoyudo saat dikonfirmasi, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Baca: Warga Binaan Rutan Kulon Progo Didorong Produktif Selama Pandemi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trunoyudo menjelaskan karena diketahui melanggar aturan PSBB yang berlaku di Kota Surabaya, maka petugas gabungan pun meminta pengemudi dan pemilik mobil agar berputar balik.
 
Perwira dengan tiga melati emas itu menyatakan petugas sudah meminta pemilik mobil berputar dengan cara baik-baik, namun cara humanis petugas direspons oleh pria bergamis itu dengan kata-kata kasar.
 
Trunotudo meminta di masa pandemi covid-19, semua elemen masyarakat memahami dan memaklumi pentingnya kedisiplinan aturan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Corona.
 
"Kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan harus menjadi tanggung jawab pribadi dan keluarganya," jelas Trunoyudo.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif