Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Ternak Masuk Sulsel Bakal Dikarantina

Nasional penyakit aneh Hewan Ternak penyakit menular sapi Makassar Penyakit Mulut dan Kuku
Muhammad Syawaluddin • 13 Mei 2022 16:50
Makassar: Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar memastikan hingga saat ini Provinsi Sulawesi Selatan masih aman atau belum menemukan kasus hewan dengan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK). 
 
Kepala BBKP Makassar, Lutfie Natsir, mengatakan bahwa meski belum ada kasus hewan dengan Penyakit Kuku dan Mulut ditemukan, pihaknya menyiapkan langkah untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut masuk ke Sulawesi Selatan. 
 
"Sejauh ini belum ada laporan (terkait PMK), meski begitu kita sudah menyiapkan langkah mitigasi," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 13 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, meski belum ada kasus yang terjadi namun pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan. Olehnya itu, koordinasi dan sinergi bersama instansi terkait terus diperkuat guna mencegah penyebaran penyakit hewan ternak tersebut.
 
Pihaknya juga telah menerbitkan surat edaran ke instansi terkait, yakni ke Dinas Peternakan dan Balai Veteriner, entitas pelabuhan. Edaran tersebut menindaklanjuti arahan dari Badan Karantina Pertanian. 
 
Dalam edaran itu, pihaknya meminta memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk, khususnya pelabuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Nantinya setiap hewan yang masuk akan diperiksa dan dikarantina guna memastikan aman alias tidak membahayakan. 
 
"Setiap hewan yang masuk akan diperiksa dan dikarantina untuk memastikan," jelasnya. 
 
Koordinator Bidang Hewan BBKP Makassar, Sandra DW, menambahkan pengawasan seperti itu diperkuat, setelah munculnya PMK hewan ternak di Jawa Timur dan Aceh. Salah satunya berupa memperketat pengawasan di pintu pemasukan dan pintu pengeluaran.
 
Karantina Pertanian Makassar, kata dia, tidak menerbitkan sertifikat untuk pengiriman hewan ternak ke daerah wabah maupun daerah transit yang berkaitan. Begitu pula sebaliknya, hewan ternak yang hendak masuk ke Sulsel akan dipastikan kondisinya bebas penyakit.
 
"Pengawasan di pintu masuk kami pastikan dilakukan, ya harus sudah tersertifikasi dari daerah asal dan ada surat keterangan (sehat/bebas penyakit) dari daerah," tuturnya.
 
Sandra mengimbuhkan mitigasi dan pengawasan patut diperkuat, apalagi menjelang momen Iduladha. Pasalnya, lalu-lintas hewan ternak pastinya mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan permintaan kebutuhan daging. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif