Ilustrasi Gunung Bromo. (Medcom.id/Daviq Umar)
Ilustrasi Gunung Bromo. (Medcom.id/Daviq Umar)

Ritual Suku Tengger di Bromo Tetap Dilaksanakan

Nasional gunung bromo
Daviq Umar Al Faruq • 05 Juli 2020 10:42
Malang: Masyarakat Suku Tengger di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, tetap menggelar ritual tahunan Yadnya Kasada di tengah pandemi virus korona. Namun, ritual yang akan dilaksanakan pada 6-7 Juli 2020 itu tidak dibuka untuk para wisatawan.
 
Kasubbag Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat, mengatakan berdasarkan hasil rapat pada 20 Juni dan 1 Juli 2020 telah diputuskan ritual Yadnya Kasada tetap dilaksanakan.
 
"Kasodo tahun ini hanya di khususkan untuk warga Tengger, tidak untuk masyarakat umum," katanya, Minggu 5 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Balai Besar TNBTS telah berkonsultasi dengan tokoh masyarakat Tengger tentang pelaksanaan Yadnya Kasada. Hasilnya, masyarakat Tengger menginginkan upacara Kasada tetap digelar.
 
"Jadi khidmat atau khusyuk, hanya untuk warga Tengger. Juga dilakukan pengecekan ketat, masyarakat yang akan masuk sebelum Desa Tengger menjelang acara Kasada 6-7 Juli 2020," bebernya.
 
Baca:Pengunjung Bromo Dibatasi 20%
 
Sebelumnya, dalam rapat yang digelar TNBTS bersama perwakilan masyarakat Suku Tengger, Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo beserta instansi terkait lainnya diputuskan ritual Yadnya Kasada tetap dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan covid-19.
 
Kemudian, kegiatan pengukuhan yang biasanya diadakan di Pendopo Agung, khusus tahun ini ditiadakan. Selain itu, para wisatawan dilarang masuk ke kawasan Sukapura dengan memperketat beberapa check point yang akan naik ke daerah Bromo.
 
Khusus masyarakat lokal dipersilahkan naik dengan syarat menunjukkan KTP dengan alamat lokal Bromo.
 
Hari Raya Yadya Kasada adalah hari upacara sesembahan berupa persembahan sesajen kepada Sang Hyang Widhi dan lelehur, dilakukan setiap bulan Kasada hari-14 dalam Penanggalan Jawa.
Asal mula Suku Tengger diambil dari nama belakang kedua tokoh yakisah Rara Anteng (Putri Raja Majapahit) dan Jaka Seger (Putra Brahmana).
 

(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif