Ilustrasi salah satu check point PSBB di Kota Bandung. (Foto: Medcom.id/Roni)
Ilustrasi salah satu check point PSBB di Kota Bandung. (Foto: Medcom.id/Roni)

Positif Covid-19 Meningkat, Bupati Purworejo Enggan Terapkan PSBB

Nasional Virus Korona PSBB
Bagus Aryo Wicaksono • 20 Mei 2020 10:15
Purworejo: Bupati Purworejo, Agus Bastian mengatakan tingginya kasus positif covid-19 (korona) di wilayahnyab merupakan hasil tracing dan tracking.Namun, pihaknya belum berpikir menerpakan Pembetasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
“Kita realistis saja, tidak berupaya menutupi dengan mengatakan sedikit, tapi tiba-tiba jumlahnya meledak. Mungkin ini kurang populer, tapi inilah salah satu cara melindungi masyarakat,” kata Bagus di Purworejo, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Bastian menegaskan meski kasus positif terhitung tinggi namun pihaknya tidak memilih opsi PSBB. Ia menilai PSBB akan menghancurkan perekoniman masyarakat dan anggaran pemerintah kabupaten tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika kita terakan PSBB perekonomian bisa luluh lantak. Sebab masyarakat tidak bisa menjalankan usaha, sementara anggaran daerah juga tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan masyarakat," kata Bastian.
 
Bastian tetap meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih sehat dan melaksakan imbauan dari pemerintah untuk bisa meminimalisasi penyebaran covid-19. Kasus positif covid-19 di Purworejo, Jawa Tengah kembali naik menjadi 74 kasus. Tambahan satu kasus merupakan seorang warga yang terpapar dari pasien positif klaster Gowa.
 
"Tambahan satu kasus adalah warga Bagelen, terpapar dari pasien positif covid-19 yang merupakan klaster Gowa," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Purworejo, Darus.
 
Selain tambahan satu kasus, Darus juga mengungkapkan adanya satu pasien positif yang sembuh. "Satu pasien sembuh adalah warga Purwodadi yang berasal dari klaster Gowa," kata Darus.
 
Kasus positif covid-19 di Purworejo saat ini mencapai 74 kasus. Sebanyak 60 pasien masih dirawat dan 14 orang sembuh. Sementara itu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.148, dengan rincian 1.401 orang negatif dan 747 masih dalam pemantuan.
 
"Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 44 orang, 32 sembuh, dua masih dirawat dan 10 meninggal dunia," kata Darus.

 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif