Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan melaksanakan kegiatan padat karya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Foto:Dok)
Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan melaksanakan kegiatan padat karya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Foto:Dok)

Genjot Produksi, Ditjen PSP Lakukan RJIT di Nganjuk

Nasional berita kementan
M Studio • 24 September 2020 12:34
Nganjuk: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melaksanakan kegiatan padat karya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan di Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan irigasi termasuk dalam water management yang bisa mendukung kegiatan pertanian.
 
“Irigasi dibutuhkan untuk menyaluran air ke lahan-lahan pertanian. Hal ini sangat dibutuhkan, apalagi dalam kondisi musim kemarau seperti ini. Kementerian Pertanian memastikan saluran irigasi ke lahan-lahan milik warga tidak bermasalah dengan melakukan RJIT,” tutur Mentan Syahrul, dikutip siaran pers, Kamis, 24 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menambahkan RJIT bukan hanya untuk memulihkan saluran irigasi, tetapi juga meningkatkan produksi.
 
“Dengan RJIT, kita bukan hanya mencoba memaksimalkan kembali saluran irigasi, tetapi juga mencoba menambah luas areal tanam. Dengan demikian dampaknya akan terasa pada peningkatan produksi. Tentunya, harapan kita akan berdampak terhadap peningkatan IP,” tuturnya.
 
RJIT di Desa Sonoageng, Kecamatab Prambon, Nganjuk, dikerjakan oleh Poktan Krido Tani II. Luas areal lahan yang terairi dari kegiatan ini adalah 50 hektare.
 
RJIT yang dikerjakan memiliki panjang 204 meter, lebar 0,6 meter, dan tinggi 0,6 meter, dengan memanfaatkan sumber air dari daerah irigasi Mrican Kiri.
 
Ketua Poktan Krido Tani II Abdul Majid mengatakan RJIT memiliki manfaat yang sangat dirasakan petani.
 
“Saluran irigasi sangat dibutuhkan. Selain untuk memperlancar distribusi air, irigasi juga dapat menjaga pertanaman agar tetap bisa tanam padi setahun 3 kali (IP 300),” tuturnya.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif