Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Polda Jabar Gelar Penyidikan Setelah SPDP Kilang Balongan Terbit

Nasional kilang minyak Pertamina Kilang Balongan
Antara • 21 April 2021 14:56
Bandung: Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) langsung menggelar penyidikan, setelah Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus kebakaran Kilang Pertamina Balongan di Kabupaten Indramayu terbit.
 
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago mengatakan penaikan status itu memang diperlukan untuk memudahkan penyidik mendapatkan bukti-bukti penyebab kebakaran besar tersebut.
 
"Jadi SPDP sudah diterbitkan dan sekarang sedang bekerja penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar beserta Mabes Polri," kata Erdi, di Polda Jabar, Kota Bandung, Rabu, 21 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya sejauh ini pihak kepolisian juga masih berupaya memotong sejumlah material dari tangki yang terbakar untuk dibawa guna diperiksa secara laboratorium.
 
Baca juga: Polisi Siapkan Rencana Penyekatan Pemudik di Kota Bandung
 
Namun, ia belum menyebut pasti kapan proses penyidikan dan pemeriksaan laboratorium itu akan selesai. Sebab, proses pemeriksaan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
 
Meski sebelumnya pihak kepolisian telah mengambil sejumlah sampel barang bukti untuk diperiksa, Erdi mengatakan masih diperlukan juga beberapa pengambilan sampel lainnya.
 
Dia menyatakan, semua barang bukti yang dikumpulkan harus saling terkait satu sama lain. Pihak penyidik pun, perlu menentukan titik api untuk memastikan penyebab kebocoran.
 
"Nanti ketika memang ada informasi terkait hasil laboratorium forensik tersebut, nanti akan kami sampaikan," lanjutnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif