ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pembakar Mobil Via Vallen Jalani Sidang Perdana

Nasional perusakan pengadilan Via Vallen
Syaikhul Hadi • 02 Desember 2020 22:48
Sidoarjo: Terdakwa pembakaran mobil Via Vallen, Pije, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Sidoarjo. Namun karena situasi pandemi covid-19 sidang digelar secara daring.
 
Dalam sidang perdana, Jaksa Penuntut Umum membacakan surat dakwaan. Terdakwa didakwa melanggar pasal 187 ayat 1 KUHP dan atau pasal 406 ayat 1 KUHP.
 
"Terdakwa dinilai bersalah dan melanggar pasal 187 ayat 1 KUHP atau pasal 406 ayat 1 KUHP," kata JPU, Ridwan Darmawan, Rabu, 2 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kabupaten Indramayu Kembali Jadi Zona Merah Covid-19
 
Ridwan menjelaskan kronologi yang ada dalam dakwaan. Pembakaran mobil alphard putih metalik milik Via Vallen itu dilakukan terdakwa pada 30 Juni 2020 sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu mobil dengan nopol W 1 VV sedang terparkir di samping rumah Via di Dusun Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
 
"Terdakwa sakit hati karena tak kunjung bertemu dengan Via," jelas Ridwan.
 
Dalam dakwaan diketahui juga bahwa untuk menemui Via Vallen, terdakwa nekat menumpang kendaraan truk selama dua hari, sejak 17-19 Juni 2020, dari Kota Medan menuju Surabaya. Kemudian dari Surabaya ke Terminal Bungurasih naik angkot hingga ke Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
 
Setelah itu tepatnya pada 19 Juni 2020, terdakwa sampai di Pangkalan ojek Desa Kalitengah dan meminta Sandi Irawan, tukang ojek untuk mengantar menuju ke rumah Via Vallen di Dusun Kalitengah Selatan.
 
"Sesampai di depan rumah Maulidiyah Oktavia alias Via Vallen, terdakwa malah tidak turun," tambahnya.
 
Terdakwa justru meminta tukang ojek untuk diantar ke rumah Via yang lain yakni di kawasan Perum Griya Asri Blok I J No/ 18-19 RT 03 RW 07 Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Sesampainya di sana terdakwa mengetuk rumah tersebut, namun kondisi rumah ternyata kosong.
 
Terdakwa akhirnya meminta saksi Sandi Irawan, tukang ojek untuk mengantarkan kembali ke pangkalan ojek Desa Kalitengah, dan kedua kalinya meminta antar kembali ke rumah awal.
 
"Terdakwa bolak balik ke rumah tersebut hingga larut malam sebanyak tiga kali. Namun terdakwa justru tak bertemu dengan Via. Bahkan tukang ojek juga tidak dibayar oleh terdakwa," jelasnya.
 
Meski belum sempat bertemu, nyatanya terdakwa tidak pulang. Bahkan sudah sepekan terdakwa masih berada di wilayah sekitar Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin untuk tetap mengawasi kediaman Via Vallen.
 
Detik-detik Pembakaran
 
Pada Senin, 29 Juni 2020, terdakwa diketahui meminta jasa sopir mikrolet untuk diantarkan ke rumah Via Vallen. Sopir sempat diberi kulit macan dan membeli dua botol anggur merah sebagai upahnya. Namun sesampainya di tempat tujuan, terdakwa mengajak sopir mikrolet untuk meminum dua botol anggur tersebut. Kemudian berpisah pada pukul 23.00 WIB.
 
Saat dalam pengaruh alkohol, terdakwa berniat membeli bensin eceran sebanyak 1,5 liter yang dibungkus botol air mineral. Kemudian terdakwa berjalan ke rumah Via Vallen dan melihat mobil sedang terparkir.
 
"Terdakwa sempat mondar-mandir melihat situasi hingga berjalan menyelinap memutari pekarangan kosong menghindari CCTV menuju mobil tersebut. Kemudian disiramlah mobil tersebut dengan bensin dan dibakar," jelasnya.
 
Dalam surat dakwaan diketahui juga, terdakwa mencoret-coret tembok rumah Via Vallen usai membakar mobilnya. Atas perbuatan terdakwa, Korban mengalami kerugian Rp1,065 miliar.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif