ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pemprov Jatim Siapkan Kios Pintar Alternatif Sekolah Tatap Muka

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Protokol Covid-19
Amaluddin • 06 Januari 2021 18:39
Surabaya: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum berani membuka pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal 2021. Sebagai gantinya pemprov menyiapkan alternatif belajar jarah jauh agar kegiatan sekolah tetap berjalan efektif di masa pandemi covid-19.
 
"Untuk pendidikan, ada arahan dari Ibu Gubernur untuk memastikan di awal tahun baru persiapan semester, yang akan kembali dilaksanakan, bagaimana kita tetap mengacu protokol kesehatan," kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak, di Surabaya, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Baca: Wali Kota Bandung Yakinkan Masyarakat Soal Vaksin Covid-19

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Emil menjelaskan Pemprov Jatim saat ini masih mencari cara efisien untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). PTM sengaja dibatalkan karena kasus covid-19 di Jatim masih tinggi, dan mengkhawatirkan.
 
Emil menyampaikan hasil konsultasi dengan praktisi pendidikan termasuk di antaranya PGRI. Yakni menjadikan PJJ lebih efisien baik untuk tenaga pendidik maupun untuk siswa.
 
"Hasil konsultasi dengan PGRI, kami sarankan kepada guru jangan memakai sesi video konferens untuk menyampaikan materi. Materi lebih baik direkam, disiapkan misalnya untuk dua-tiga minggu," jelasnya.
 
Menurutnya hal itu akan membuat kuota data internet baik guru maupun siswa lebih efisien, karena kuota data internet bisa dimaksimalkan untuk kegiatan diskusi pendalaman materi.
 
"Yang pasti PTM seperti yang direncanakan oleh pemerintah pusat saat ini belum memungkinkan dilaksanakan di Jatim. Karena kasusnya (covid-19) naik. Jadi bagaimana mengefektifkan jarak jauh," ungkapnya.
 
Emil menegaskan bahwa Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Jatim sudah terjun ke berbagai daerah di Jatim, terutama di pedesaan untuk mengenalkan konsep Kios Pintar kepada pelajar dan guru.
 
Namun konsep Kios Pintar belum bisa merata ke setiap desa yang ada di Jatim. Meski demikian, Emil memastikan fasilitas itu sudah ada di sejumlah desa yang memang jaringannya sulit dijangkau.
 
"Kios pintar seperti ATM untuk mengunduh materi pembelajaran, tapi lokasinya berbasis desa berbasis sekolah. Sehingga masyarakat di desa mudah mengakses itu, tidak terbatas jaringan," ujar Emil.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif