Pemkot Depok Jawa Barat membuka posko penanganan bencana setelah banjir dan longsor melanda kota itu pada Rabu (1/1/2020). (FOTO ANTARA/Feru Lantara)
Pemkot Depok Jawa Barat membuka posko penanganan bencana setelah banjir dan longsor melanda kota itu pada Rabu (1/1/2020). (FOTO ANTARA/Feru Lantara)

Kota Depok Dapat Dana Hibah Revitalisasi Setu

Nasional banjir jakarta Jakarta Banjir
Octavianus Dwi Sutrisno • 05 Januari 2020 17:33
Depok: Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad mengatakan jika pihaknya mendapat anggaran hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk revitalisasi dan pengawasan 23 Setu senilai Rp59 miliar.
 
"Kemungkinan ini akan bertambah, karena adanya kejadian banjir kajiannya akan dirubah. Kita bisa menaikkan biaya tak terduga (BTT)," kata Idris di Kota Depok, Minggu, 5 Januari 2019.
 
Idris mengaku telah melakukan evaluasi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk penanganan bencana banjir. Evaluasi yang sudah dilakukan adalah banjir yang menerjang sejumlah wilayah tersebut di luar prediksi masing-masing pihak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita sedang mengintegrasikan persoalan di Perkotaan yang menjadi tiang penyanggah Ibu Kota, dalam Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur. Realisasinya 2020 nanti," jelas Idris.
 
Idris menjelaskan nantinya dalam BKSP akan dikolaborasikan seluruh inti permasalahan bencana mulaindari penataan Ciliwung (Depok), Evaluasi Katulampa, termasuk masalah Cisadane (Bekasi).
 
"Ini semua akan terelabolasi," pungkas Idris.
 
Sebelumnya Pemerintah Kota Depok menetapkan status tanggap darurat setelah insiden banjir dan tanah longsor di wilayah Depok, Jawa Barat. Status itu dituangkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor: 433/01/kpts/DPKP/Huk/2020.
 
Keputusan status tanggap darurat bencana longsor, banjir, angin kencang itu dikeluarkan dengan jangka waktu selama 14 hari. Terhitung sejak 1 Januari hingga 14 Januari 2020.
 
Adapun besaran anggaran untuk tanggap bencana ini mencapai Rp20 miliar mencakup dua kegiatan yaitu
kegiatan permanen meliputi pembangunan terkait infrastruktur yang diakibatkan bencana alam.
 
Sedangkan non permanen yaitu pembangunan sifatnya sementara dan pelaksanaan bantuan logistik seperti penyediaan tenda darurat, dapur umum, bantuan obat-obat, makanan dan minuman untuk keperluan pengungsi korban bencana.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif