Ibu dan anak-anaknya mengenakan masker saat mengunjungi Rumah Aman Asap di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (25/9/2019). NTARA FOTO/FB Anggoro
Ibu dan anak-anaknya mengenakan masker saat mengunjungi Rumah Aman Asap di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (25/9/2019). NTARA FOTO/FB Anggoro

Status Darurat Pencemaran Udara Riau Dicabut

Nasional kabut asap Kebakaran Lahan dan Hutan
Antara • 02 Oktober 2019 10:41
Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Riau menyatakan status darurat pencemaran udara resmi berakhir pada 30 September 2019. Pencabutan dilakukan berdasar pada rapat bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seiring nihilnya titik api.
 
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmadsyah Harrofie mengatakan hasil laporan indeks standar pencemaran udara (ISPU) dalam tiga hari terakhir di wilayah Pekanbaru, Siak, Kampar, Dumai, Rokan Hilir, dan Bengkalis, menunjukkan kualitas udara pada level baik hingga sedang.
 
"Dari data hotspot 30 September 2019, dengan level confidence di atas 70 persen hasilnya nihil atau tidak ada titik api. Karena itu mulai 1 Oktober 2019 semua Posko Rumah Singgah atau Posko Evakuasi Korban Asap ditutup," kata Ahmadsyah di Pekanbaru, Riau, Rabu, 2 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya pada 23 September lalu, Pemprov Riau menetapkan status daerahnya sebagai wilayah darurat pencemaran udara. Dengan keputusan itu, Pemprov telah menyiapkan sejumlah posko pengobatan bagi korban kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
 
Sementara polisi telah menetapkan 323 orang dan 11 korporasi sebagai tersangka penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan tersangka dilakukan oleh enam Polda yang menangani kasus karhutla, yakni Polda Riau, Polda Jambi, Polda Sumatera Selatan, Polda Kalimantan Barat, Polda Kalimantan Tengah dan Polda Kalimantan Selatan.
 
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Muhammad Fadil Imran mengatakan penetapan tersangka itu berawal dari 281 laporan polisi yang masuk.
 
"Terhadap area (karhutla) tersebut kami beri police line. Kami olah TKP, turun dengan ahli, KLHK, penyidik. Terhadap area terbakar yang sudah dinyatakan dalam proses penyelidikan dan penyidikan walaupun akan turun musim hujan, penegakan hukum tidak berhenti," kata Fadil.(Shah Alam Pandu Wibowo)
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif