Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Kekeringan di Pamekasan Meluas

Nasional kemarau dan kekeringan krisis air bersih
Antara • 05 Agustus 2019 20:56
Pamekasan: Sedikitnya 212 ribu warga di Kabupaten Pamekasan,Jawa Timur, terdampak kekeringan di musim kemarau kali ini. Warga terdampak tersebar di 11 dari 13 kecamatan di Pamekasan.
 
"Terdiri dari 71.032 kepala keluarga yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Pamekasan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akmalul Firdaus, Senin.
 
Warga terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih tersebar di 325 dusun, 80 desa. Jumlah wilayak terdampak sama dengan tahun lalu jika melihat jumlah desa yangt terdampak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun lalu, desa yang mengalami kekeringan juga 80 desa. Tapi berbeda sebarannya. Tahun ini sebarannya lebih luas, meskipun jumlah desanya sama," ujar Firdaus.
 
Jumlah dusun yang terdampak di 2018 hanya 310 dusun. Naik 15 dusun di 2019.
 
"Dan ini yang saya maksud bahwa sebarannya lebih luas, meski jumlah desanya sama," katanya, menjelaskan.
 
BPBD Pemkab Pamekasan mencatat sebanyak 47 dari 80 desa mengalami kering langka, sedangkan 33 desa sisanya mengalami kering kritis.
 
Kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.
 
Sementara yang dimaksud dengan kering langka, kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter saja per orang tiap hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat, sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer.
 
Kepala BPBD Akmalul Firdaus menjelaskan, saat ini pihaknya juga berupaya melakukan penanganan kasus kekeringan ini secara terintegratif, dengan melibatkan instansi dinas terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan.
 
"Penanganan jangka pendek yang kami lakukan adalah dengan menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan dan sudah mulai hari ini, sedangkan penanganan jangka panjang masih kami komunikasikan," katanya, menjelaskan.

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif