Industri mebel Jepara. Medcom.id/Rhobi
Industri mebel Jepara. Medcom.id/Rhobi

Nilai Ekspor Jepara Naik

Nasional ekspor-impor
Rhobi Shani • 28 November 2019 14:26
Jepara: Nilai ekspor mebel dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tahun ini naik jika dibanding tahun lalu. Pada semester pertama tahun ini, nilai ekspor mebel dari Jepara sebesar 187,8 juta dolar AS. Tahun lalu, nilai ekspor mebel Jepara 179 juta dolar AS.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Ratib Zaini, mengatakan sejak tiga tahun terakhir nilai ekspor mebel terus mengalami peningkatan. Di tahun 2018 nilai ekpsor mebel naik naik 7,3 persen dari tahun sebelumnya.
 
“Nilai ekspor Kabupaten Jepara dari 2015 sampai 2019 semester satu alhamdulillah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Dibanding tahun lalu pada periode yang sama, tahun ini ada peningkatan 10,65 persen,” ujar Ratib, Kamis, 28 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan nilai ekspor juga juga terjadi pada produk garmen dan sepatu. Thaun ini nilai ekspor garmen dan sepatu mencapai 150,3 juta dolar AS. Nilai tersebut sama dengan naik 86,4 persen dari 80,6 juta dolar AS tahun sebelumnya.
 
“Selanjutnya disusul komoditas kayu olahan yang ikut tumbuh pada tahun lalu, yakni naik sebesar 45,5 persen dari 5,5 juta dolar AS menjadi 8 juta dolar AS,” kata Ratib.
 
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Mulyaji, mengatakan kontribusi ekspor juga dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu, sinergitas menjadi sebuah syarat mutlak demi mewujudkan Jepara yang lebih sejahtera.
 
“Sinergitas yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan stakeholder juga mutlak diperlukan,” ujar Mulyaji.
 
Mulyaji menambahkan, pemerintah Kabupaten Jepara telah melakukan sejumlah upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Di antaranya, menurunkan ekonomi berbiaya tinggi (high cost economy) dengan menata birokrasi, dan memangkas regulasi penghambat investasi. Penyederhanaan proses perizinan melalui penerapan sistem perizinan berusaha terintegrasi (OSS).
 
“Juga peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia) melalui sertifikasi profesi dan meningkatkan produktivitas melalui sistem pendidikan dan pelatihan vokasi,” tandas Mulyaji.
 

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif