Pengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau. (Foto: ANTARA/Rony Muharrman)
Pengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau. (Foto: ANTARA/Rony Muharrman)

5.800 Personel Gabungan Bantu Atasi Karhutla Riau

Nasional kabut asap kebakaran lahan dan hutan
Antara • 12 September 2019 19:08
Pekanbaru: Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution mengatakan pihaknya telah mengerahkan 5.800 personel gabungan untuk membantu atasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
 
Personel gabungan dari TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) disebar ke 12 kabupaten/kota di Riau.
 
"Seluruh satgas sudah bekerja dengan masing-masing tugasnya. Semua tersebar di seluruh wilayah Provinsi Riau," jelas Edy Natar, di Kantor Gubernur Riau, Riau, Kamis, 12 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edy menyebut sampai hari ini sudah 41 tersangka ditetapkan dalam kasus karhutla. Selain itu, Dinas Kesehatan Riau juga membuka posko kesehatan di seluruh Puskesmas.
 
"Ini menunjukkan keseriusan kita dalam mengatasi kejadian ini. Masker yang sudah dibagikan juga telah mencapai 600 ribu lebih jumlahnya," papar Edy.
 
Edy meminta seluruh komponen masyarakat dan mahasiswa bersama-sama dengan pemerintah dapat bersatu menghadapi kejadian kabut asap akibat karhutla.
 
Sementara itu, Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau Edwar Sanger mengatakan kabut asap yang melanda Riau saat ini merupakan akumulasi asap kiriman dari karhutla di Jambi. Hal itu sesuai dengan arah angin yang berhembus menuju Riau dan hasil pantauan jumlah titik api di sejumlah daerah di Sumatra.
 
"Asap yang menyelimuti Riau berasal dari kiriman karhutla di Jambi. Jika Jambi bisa diatasi maka asap bisa berkurang," jelasnya.
 
Seiring dengan kian memburuknya kualitas udara di Riau yang sudah pada level sangat tidak sehat, sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Riau telah menyatakan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar.
 
Di antaranya kampus Universitas Riau (Unri), Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI, dan Politeknik Caltex Riau (PCR).
 
"Meliburkan perkuliahan atau proses belajar mengajar dari Kamis hingga Sabtu, 14 September," ungkap Rektor Unri Profesor Sujianto.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif