Kepala Imigrasi Kelas I Makassar, Paawarukka, saat merilis kasus deportasi WNA asal China, di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kepala Imigrasi Kelas I Makassar, Paawarukka, saat merilis kasus deportasi WNA asal China, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Imigrasi Makassar Deportasi Seorang WN Tiongkok

Nasional deportasi
Muhammad Syawaluddin • 06 Mei 2019 20:57
Makassar: Imigrasi Kelas I Makassar mendeportasi seorang warga negara asing asal Tiongkok bernama Zhang Hecheng, 55. Zhang dideportasi karena melanggar ijin tinggal dengan menjual beli obat asal negeri tirai bambu itu.
 
"Hari ini kita deportasi ke negaranya," kata Kepala Imigrasi Kelas I Makassar, Pallawarukka, saat dikonfirmasi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 6 Mei 2019.
 
Sebelum dideportasi, Zhang sempat menjalani hukuman selama tujuh bulan di Lapas Kelas I Makassar. Dia dijatuhi hukuman lantaran melanggar ijin tinggal selama berada di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zhang menjual obat-obatan di Kabupaten Sinjai, sementara visa yang digunakan masuk ke Indonesia adalah kunjungan khusus untuk kegiatan seperti kegiatan sosial budaya, wisata, belajar.
 
Penyalahgunaan izin tinggal oleh Zhang bertentangan dengan Pasal 122 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
 
"Dia menjual obat-obatan seperti obat kuat dalam bentuk suplemen, ada yang berasal dari China, tapi tidak semua ada juga dari Sulsel," katanya.
 
Bisnis Zhang berakhir setelah tim pengawas orang asing mendapatkan informasi bahwa ada seorang warga negara asing yang melakukan bisnis jual obat-obatan di Kabupaten Sinjai.
 
Zhang Hecheng, yang baru memulai bisnisnya sekitar dua minggu itu akhirnya dijemput paksa oleh Tim dari Imigrasi Kelas I Makassar. Dan dijebloskan ke Lapas Kelas I Makassar untuk menjalani hukuman akibat perbuatannya.
 
"Kemarin dia itu (dihukum) 6 bulan. Karena dia tidak bisa bayar denda Rp200 juta ditambah lagi 1 bulan. Jadi 7 bulan kemarin dia di penjara," jelasnya.
 
Akibat pelanggaran yang dia perbuat Zhanh dilarang untuk masuk lagi ke Indonesia. Dilakukan penangkalan terhadap yang bersangkutan. "Jadi dia tidak bisa masuk lagi ke wilayah Indonesia karena dia dicekal atau ditangkal untuk masuk Indonesia," jelasnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif