Miniatur robot berbahan limbah segel Pertamina buatan warga ditampilkan saat peresmian Desa Kertajaya Creative Destination (DKCD) di Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (30/9). Foto: MI/Depi Gunawan
Miniatur robot berbahan limbah segel Pertamina buatan warga ditampilkan saat peresmian Desa Kertajaya Creative Destination (DKCD) di Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (30/9). Foto: MI/Depi Gunawan

Kertajaya Layak Jadi Contoh Desa Ramah Lingkungan

Nasional desa konservasi
31 Desember 2018 15:13
Jakarta: Pengembangan wisata Desa Kertajaya Creative Destination di Kampung Sodong, Desa Kertajaya, Padalarang, Bandung mendapat respon positif dari pemerhati dan praktisi lingkungan hidup, Berry Nahdian Furqon. Desa yang dibina Pertamina Berdikari, salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Pertamina tersebut, layak diapresiasi karena mengintegrasikan konsep ramah lingkungan dan wisata.
 
“Selain memberi reward, pemerintah juga dapat menjadikan desa tersebut sebagai percontohan bagi desa-desa lain," kata Berry, melalui keterangan tertulis, Senin, 31 Desember 2018.
 
Sebagai catatan, Desa Kertajaya Creative Destination, binaan Pertamina Terminal BBM Bandung Group, mendapat penghargaan Proper untuk kategori emas. Proper adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kategori emas tersebut diserahkan pada Malam Penganugerahan Proper periode 2017-2018, Kamis, 27 Desember 2018), di Jakarta. Penganugerahan diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Siti Nurbaya.
 
Menurut Berry, desa tersebut layak menjadi contoh. Sebab, banyak sekali keuntungan ekonomi dan lingkungan dari pengimplementasian desa wisata ramah lingkungan itu. Salah satunya, upaya efisiensi dalam penggunaan energi alternatif melalui pemanfaatan turbin angin (wind turbine). Wind turbine adalah pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan energi angin.
 
Dia juga menyatakan bahwa desa wisata yang dikembangkan akan memicu aktivitas ekonomi. Misalnya, melalui kunjungan wisatawan lokal dan asing. Pergerakan roda ekonomi tersebut akan menambah pendapatan masyarakat.
 
Sementara dari aspek lingkungan, Berry yang juga mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia, mengatakan desa binaan tersebut bisa mengurangi bahan-bahan yang berbahaya. Contohnya program diet kantong plastik.
 
"Daur ulang sampah ini sangat bagus bagi lingkungan. Dan ini mencegah adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan," kata dia.
 
Tidak hanya persoalan ekonomi dan lingkungan. Berry juga mengapresiasi Pertamina yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat melalui desa tersebut. "Ini sudah bagus. Tapi kebijakan ini sebaiknya jadi kebijakan yang lebih luas,” kata dia.
 


 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi