ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Kasus Kekerasan Terhadap Anak Marak, P2TP2A: Lemahnya Bimbingan Orang Tua

Farhan Dwitama • 24 Mei 2022 21:33
Tangerang: Sebanyak 35 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur terjadi di Tangerang Selatan sepanjang Januari hingga April 2022. Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur ini terjadi dengan modus beragam. 
 
"Umumnya terjadi karena kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua terhadap putra-putrinya," kata Kepala UPTD Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Kota Tangsel, Tri Purwanto, Selasa, 24 Mei 2022.
 
Pihaknya mengatakan terus meminta satgas di lingkungan kelurahan dan tingkat RW memberikan penyuluhan agar para orang tua memberikan perhatian lebih dan pengawasan ekstra terhadap anak-anaknya. Tri menuturkan lemahnya pengawasan dan perhatian orang tua dapat menimbulkan kerawanan terhadap anak sebagai korban maupun pelaku kekerasan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Wali Kota Tangsel Harap Tak Ada Lagi Kekerasan Terhadap Anak
 
"Orang tua dalam memberikan perhatian terhadap anak-anaknya ini terkadang cuek bebek. Padahal kita sudah masuk zaman globalisasi, zaman di mana semua informasi sekecil apapun bisa didapatkan melalui internet dan orang tua kali dengan pemberian gadget tanpa batasan terhadap anak," ucap dia. 
 
Menurut Tri, anak mudah meniru adegan kekerasan dari gawai. Sehingga bisa menimbulkan kasus bullying dan kekerasan psikis dan fisik.
 
"Di sini peran orang tua, harus bisa bimbing anaknya dalam hal penggunaan handphone dan mengakses internet," kata dia.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif