Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono. ANTARA/HO-Humas Dinkes Jatim
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono. ANTARA/HO-Humas Dinkes Jatim

Kasus DBD di Jatim Melonjak Awal Januari 2022

Nasional musim hujan Demam Berdarah DBD
Antara • 26 Januari 2022 23:33
Surabaya: Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat selama periode tiga pekan di awal Januari 2022 mengalami lonjakan.
 
"Selama 1-24 Januari 2022, ada 977 orang yang terkena DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyonno, di Surabaya, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Baca: Demi Kaus Oblong Jokowi, Warga Bintan Rela Berdesakan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan kasus terbanyak tercatat di Bojonegoro dengan 112 orang terjangkit, disusul Nganjuk 72 orang, Malang 66 orang, Ponorogo dan Sidoarjo, masing-masing 53 orang.
 
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 orang meninggal, antara lain di Kabupaten Pamekasan tiga orang, Kabupaten Bojonegoro dua orang, Kabupaten Nganjuk dua orang, Kabupaten Bangkalan satu orang dan Kabupaten Kediri satu orang.
 
Dengan adanya lonjakan kasus tersebut, Erwin mengajak masyarakat agar tidak melupakan bahaya DBD, kendati sekarang fokus pada covid-19, varian omicron.
 
Menurut dia langkah preventif dan promotif jauh lebih efektif terkait dengan penanganan DBD.
 
Selain itu, kata Erwin, edukasi menjadi pilihan terbaik karena demam berdarah tidak lepas dari faktor utama, yakni nyamuk.
 
Sehingga ke depan, menurut dia, edukasi ke masyarakat terkait 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas, menjadi kunci terbaik.
 
"Dimaksimalkan juga penggunaan pengasapan atau abate, tapi sesuai indikasi. Indikasi terbaik pengasapan adalah ketika ada pasien di situ," jelasnya.
 
Sementara itu sebanyak 31 kasus yang terkonfirmasi DBD di Kota Surabaya selama Januari 2022, mayoritas menyerang anak usia 5-14 tahun.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan mengingat cepatnya perubahan kondisi klinis pasien DBD, maka diharapkan masyarakat segera melakukan pemeriksaan laboratorium rutin terhadap kasus demam lebih dari tiga hari.
 
"Tentunya dengan gejala yang mengarah ke infeksi dengue, seperti nyeri kepala, mual, nyeri otot, nyeri di belakang bola mata dan adanya bercak kemerahan di kulit," ungkap Nanik.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif