Warga menunjukkan bongkahan batu berukuran sekitar 6x5 meter yang menimpa sejumlah bangunan di Kampung Cihandeuleum, Purwakarta. (Foto: Antara/Luthfi Rahman)
Warga menunjukkan bongkahan batu berukuran sekitar 6x5 meter yang menimpa sejumlah bangunan di Kampung Cihandeuleum, Purwakarta. (Foto: Antara/Luthfi Rahman)

Warga Minta Tambang Batu di Purwakarta Ditutup

Nasional tambang batu
Reza Sunarya • 10 Oktober 2019 16:36
Purwakarta: Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Anne Ratna Mustika, mengatakan, telah menemui warga di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, atau lokasi jatuhnya batu-batu berukuran raksasa dari penambangan batu PT MSS. Kepadanya, warga menghendaki lokasi tambang batu ditutup.
 
"Ya ketika saya kesana mereka meminta untuk ditutup saja," kata Anne, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Anne menyebut warga mengeluhkan tak mendapat manfaat apa pun dari aktivitas penambangan batu itu. Bahkan dari sekian banyak pegawai yang dimiliki PT MSS, hanya empat orang warga yang bekerja di perusahaan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Warga mengakui katanya tidak ada kontribusi juga kepada warga, apalagi katanya hanya empat orang warga yang bekerja di sana," jelas Anne.
 
Terkait status perusahaan penambang PT MSS, Anne mengungkapkan akan menunggu hasil investigasi dari inspektoran pertambangan. Maksimal seepkan ke depan ia akan memutuskan apa yang akan dilakukan Pemkab Purwakarta terhadap perusahaan tersebut.
 
Anne mengaku tidak puas dengan pernyataak PT MSS yang menyebut batu-batu yang jatuh tak sengaja meluncur ke kampung warga. Mereka beralasan jatuhnya batu karena lokasinya yang menempel di dinding gunung.
 
"Kalau memang terbukti batu jatuh karena blasting, saya harap ditutup saja. Apalagi penuturan warga batu yang jatuh itu bentuknya seperti terbelah, beda kalau memang menggelinding," jelas Anne.
 
Anne tak segan meminta Pemprov Jawa Barat mencabut izin perusahaan tambang itu. Terlebih jika terbukti ada kesalahan prosedur dalam insiden tersebut.
 
"Bandingkan saja dengan kerusakan yang ditimbulkan, jalan kabupaten rusak, kondisi lingkungan. Saya kira wajar apabila permintaan warga dan dari kami untuk ditutup saja," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif