Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal
Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal

Tiga Kecamatan di Sumenep Rawan Longsor

Nasional bencana longsor
Rahmatullah • 16 November 2019 06:35
Sumenep: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Jawa Timur, mulai memetakan daerah rawan longsor. Sejauh ini sudah ada empat kecamatan yang rentan longsor saat memasuki musim hujan, yaitu Rubaru, Guluk-Guluk, Ganding dan Pragaan.
 
Masyarakat yang hidup di dekat bebukitan dan bantaran sungai di empat kecamatan itu diimbau lebih berhati-hati, terutama saat terjadi hujan lebat dan angin kencang. BPBD tidak ingin ada korban akibat bencana tersebut.
 
“Kami minta masyarakat lebih waspada. Umumnya longsor dimulai hujan lebat dengan waktu lama sekali,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, Jumat, 15 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan pengalaman, kata Rahman, bencana longsor lebih dominan terjadi di Rubaru dan Guluk-Guluk. Ia berharap masyarakat di wilayah tersebut ekstra hati-hati untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan. Sebab, bencana longsor bisa terjadi tanpa diprediksi sebelumnya.
 
Rahman pun menyebut sebenarnya mudah mengantisipasi bencana longsor tersebut. Ia mengatakan perlu ditanami pepohonan sebagai penahan tanah. Rahman yakin longsor tidak terjadi bila tanah di bebukitan dan bantaran sungai sangat kuat.
 
“Penghijauan dan reboisasi harus dilakukan untuk menguatkan tanah sehingga tidak longsor,” ujarnya.
 
Dia juga berharap warga tidak sembarangan menebang pohon terutama di wilayah berpotensi longsor. Bila masyarakat ingin menebang pohon, Rahman berharap disiapkan tanaman pengganti, sehingga kekuatan tanah tetap terawat hingga kapan pun.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif