Kepala Dusun Ngrejek Wetan, Gunungkidul, Yogyakarta, Narsiko. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Kepala Dusun Ngrejek Wetan, Gunungkidul, Yogyakarta, Narsiko. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Warga Gunungkidul Konsumsi Daging Sapi Positif Antraks

Nasional antraks
Ahmad Mustaqim • 16 Januari 2020 19:34
Gunungkidul: Warga Dusun Ngrejek Wetan, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengakui mengonsumsi daging sapi ternak yang positif terjangkit antraks.
 
"Memang iya (menyembelih ternak hampir mati) seperti tradisi. Sayang kalau dibiarkan mati (sia-sia)," ujar Kepala Dusun Ngrejek Wetan, Narsiko, di Gunungkidul, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Narsiko berkilah menyembelih ternak yang hampir mati karena sakit dilakukan karena asas manfaat. Tak jarang, daging hasil sembelihan dibagikan kepada warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi ada rasa gotong royong. Karena kalau dijual harganya murah," kata dia.
 
Menurut Narsiko, penyembelihan ternak karena sakit antraks dan hampir mati sudah dilakukan sejak Desember 2019. Ia mengatakan ada dua ekor ternak sapi sakit lantas disembelih sebelum mati.
 
"Dagingnya ya diolah biasa," sambung dia.
 
Meski begitu, Narsiko tetap melaporkan kasus kejadian antraks itu ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Pemerintah kemudian mengambil sampel dari warga di Dusun Ngrejek Wetan untuk diuji laboratorium di Balai Besar Veteriner di Wates, Kulon Progo. Hasilnya, ada 27 warga dinyatakan positif antraks, termasuk Narsiko.
 
"Ada yang dari Dusun Ngrejek Wetan, ada yang dari Dusun Ngrejek Kulon. Saya biasa saja," kata dia.
 
Narsiko dan warga yang positif antraks diwajibkan mengonsumsi antibiotik dua kali sehari dalam seminggu. Ia menyebut kondisi warganya yang positif antraks disebut kian membaik.
 
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah, dan organisasi perangkat daerah (OPD) meminta warga agar mengonsumsi makanan sehat.
 
"Saya katakan, Gunungkidul tetap aman kalau anda mau makan daging. Kami terus berusaha menekan peredaran ternak dari luar daerah yang diduga sakit karena antraks," jelasnya.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif