Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/ Damar Iradat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/ Damar Iradat.

Komentar Khofifah Harusnya Direspon Positif Bukan Emosional

Nasional Piala Dunia U-20
Muhammad Syahrul Ramadhan • 04 November 2019 02:13
Surabaya: Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman menilai pernyataan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa soal Stadion Gelora Bung Tomo yang bau sampah harusnya ditanggapi sebaik pelecut untuk segera membenahi lingkungan di sekitar stadion yang akan menjadi salah satu venue piala dunia U-20 ini. Bukan sebaliknya, dengan memberikan respon negatif.
 
Pria yang akrab disapa Angga ini juga mengatakan semestinya pernyataan tersebut dimaknai sebagai rasa perhatian dan rasa sayang Gubernur Jatim terhadap pengelolaan Kota Surabaya, termasuk warga Surabaya dan supporter Surabaya, Bonek Mania.
 
"Bukan sebaliknya justru kembali menyerang Gubernur. Toh apa yang disampaikan itu adalah fakta sebenarnya mengingat posisi GBT berdekatan dengan TPA Benowo. Jangan baper, harusnya ini menjadi bahan introspeksi," kata Angga saat ditemui di Surabaya, Minggu, 3 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Angga, komentar Khofifah semata-mata agar Pemkot Surabaya membenahi pengelolaan sampah, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Stadion GBT. Mengingat GBT merupakan salah satu stadion yang diajukan ke FIFA untuk menjadi venue pertandingan Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.
 
“Sebenarnya hal itu tidak perlu direspon reaktif, karena respon reaktif itu justru menghalangi pembenahan Kota Surabaya, yang saat ini sudah baik justru lebih baik lagi,” katanya.
 
Sementara itu sikap warganet juga menjadi sorotan Angga. Sebab banyak komentar negatif terkait pernyataan mantan Menteri Sosial terakit GBT tersebut. Bahkan. Menurutnya warganet terkesan terkesan sengaja membenturkan Gubernur Khofifah dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
 
“Terkait bau sampah di GBT, ada baiknya dimaknai sebagai ajakan positif untuk memberi kerangka solutif terbaik, seperti mempercepat program, baik yang tengah dilakukan oleh Provinsi Jatim maupun Kota Surabaya, untuk membangun pengelolaan limbah lebih cepat dan lebih baik lagi,” ungkap Angga.
 
Angga menyebut, manajemen Persebaya maupun supporter juga mengakui mencium aroma tidak sedap dalam sejumlah pertandingan. Tentunya ini akan menimbulkan kesan negatif saat FIFA melakukan kunjungan ke GBT.
 
Ia pun yakin, Gubernur Khofifah tetap ingin GBT terpilih menjadi salah satu venue pertandingan Piala Dunia U21 Tahun 2021 mendatang. Tentunya hal tersebut membawa kebanggaan bagi warga Surabaya maupun Jawa Timur secara keseluruhan.
 
"Ini harus dimaknai sebagai bentuk dukungan Jawa Timur terhadap citra dan nama baik Indonesia di mata dunia. Jangan dimaknai dengan sempit sebatas wilayah Surabaya atau Malang. Tapi konteksnya adalah negara," tuturnya.
 
Seperti diketahui, Pemkot Surabaya meradang pasca Gubernur Jawa Timur, khofifah Indar Parawansa menyebut jika arah angin ke Gelora Bung Tomo (GBT) sering aroma sampah sampai stadion. Pernyataan Khofifah tersebut lantas ramai-ramai direspon anak buah Risma diantaranya Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Diaspora Surabaya Edi Santos.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif