Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Bawaslu Semarang Bentuk Kelurahan Anti Politik Uang

Nasional Pemilu Serentak 2020
Mustholih • 04 November 2019 20:55
Semarang: Badan Pengawas Pemilu membentuk kelurahan anti politik uang di Semarang, Jawa Tengah. Sumurboto, Gayamsari, dan Plamongansari, ditunjuk sebagai pilot project bagi kelurahan-kelurahan lain berani menolak praktik politik uang pada Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Kota Semarang.
 
"Kami dari awal sudah sedini mungkin meminimalisasi politik uang di Pemilihan Wali Kota Semarang 2020. Kelurahan anti politik uang ini kami bentuk untuk menyambut Pemilihan Wali Kota Semarang 2020," kata Komisioner Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 4 November 2019.
 
Arief menyatakan tingkat partisipasi warga Kota Semarang dalam memerangi politik uang tergolong rendah. Berkaca pada Pemilihan Umum 2019, Bawaslu Kota Semarang hanya menerima dan memproses sepuluh pelanggaran yang didominasi politik uang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pada Pemilu 2019, praktik memberi uang kepada masyarakat untuk mendongkrak perolehan suara masih terjadi. Dari sisi pengawasan Bawaslu juga kesulitan untuk memproses praktik itu," ujar Arief menegaskan.
 
Arief berharap tiga kelurahan anti politik uang ini menjadi pionir bagi 174 kelurahan se-Kota Semarang melawan politik uang.
 
"Peran masyarakat menjadi penting untuk menangkal serta berani melaporkan dengan menyertakan barang bukti yang mereka dapat," tegasnya.
 
Arief sesumbar Bawaslu Kota Semarang bakal menindak politik uang pada Pemilinan Wali Kota 2020. Dia mengingatkan politik uang melanggar pidana paling singkat 36 bulan penjara dan denda paling sedikit Rp200 juta.
 
“Kita akan menindak tegas segala bentuk praktek politik uang baik pemberi dan penerima," tegasnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif