Warga berjalan di lobi kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jakarta Timur, di Jakarta. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)
Warga berjalan di lobi kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jakarta Timur, di Jakarta. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

Peserta BPJS Kesehatan di Babel Memilih Turun Kelas

Nasional BPJS Kesehatan
Rendy Ferdiansyah • 31 Oktober 2019 14:11
Bangka: Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kelas II di Provinsi Bangka Belitung (Babel) memilih turun kelas. Mereka mengaku keberatan jika harus membayar iuran hingga Rp110 ribu per bulan.
 
Salah satu peserta BPJS Kesehatan mandiri, Fitriyanti, mengatakan tak sanggup membayar iuran tersebut. Apalagi sang suami juga harus menanggung BPJS Kesehatan milik kedua anak mereka.
 
"Sekeluarga kami berempat. Kalau harus bayar Rp110 ribu, berat. Saya tidak sanggup makanya minta suami mengurus pindah kepesertaan ke kelas III," ungkapnya, Kamis, 31 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada, Lukman juga mengaku keberatan dengan kenaikan iuran BPJS. Ia bahkan harus menanggung lebih banyak anggota keluarga lantaran memiliki empat anak.
 
"Gaji saya hanya Rp2 juta. Kalau harus bayar Rp660 ribu untuk enam anggota keluarga enggak sanggup lah. Saya memilih turun kelas saja," kata dia.
 
Kenaikan iuran BPJS Kesehatan banyak dikeluhkan masyarakat, khususnya di Pangkalpinang dan Sungailiat Bangka. Masyarakat pun memilih turun kelas agar tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif