Kecelakaan Bus Rosalia Indah kontra truk tangki di Way Kanan, Lampung. Foto: Dok Humas Polda Lampung
Kecelakaan Bus Rosalia Indah kontra truk tangki di Way Kanan, Lampung. Foto: Dok Humas Polda Lampung

Sopir Rosalia Indah Tersangka Kecelakaan di Way Kanan

Nasional kecelakaan lalu lintas
Lukman Diah Sari • 18 September 2019 13:52
Jakarta: Polda Lampung menetapkan satu tersangka terkait kecelakaan maut bus Rosalia Indah kontra truk tangki di Way Kanan, Lampung, Senin, 16 September 2019. Sopir bus Rosalia Indah, Amin Syaifudin, menjadi tersangka dalam kasus ini.
 
"Tersangka ditahan di Rutan Polres Way Kanan," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, kepada Medcom.id, Rabu, 18 September 2019.
 
Pandra menerangkan penyidik memeriksa tiga saksi terkait kecelakaan yang menyebabkan delapan orang tewas. Yaitu sopir bus Rosalia Indah, Amin Syaifudin; sopir cadangan bus Rosalia Indah, Samadi, dan mekanik truk tangki Ari Iswahyudi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Barang bukti juga disita berupa kendaraan dan surat-suratnya," imbuhnya.
 
Dia menerangkan dalam menetapkan tersangka penyidik pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya dilakukan gerlar perkara untuk menetapkan tersangka.
 
"Tersangka melanggar Pasal 310 ayat (2), (3) dan (4) UU RI No. 22 tahun 2009," jelasnya.
 
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).
 
(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
 
(4) Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

 
Dia menuturkan kecelakaan bus Rosalia Indah berpelat AD1666CW yang dikemudikan Amin Saifudin, melaju dengan kecepatan tinggi di jalur menikung dan menanjak dari arah Blambangan Umpu menuju Way Tuba. Nahas bus hilang kendali dan oleh ke arah kanan.
 
"Saat bersamaan dari arah berlawanan datang truk tangki berpelat BE9291YJ dari arah Way Tuba menuju Blambangan Umpu dan bertabrakan sehingga terjadi kecelakaan," bebernya.
 
Dia mengungkap jumlah total korban 38 orang, yakni delapan korban meninggal. Kemudian korban luka berat sebanyak delapan orang, dan luka ringan 22 orang.
 
Identitas korban meninggal, yakni
  1. Marjoko, 27, laki-laki, pengemudi truk tangki
  2. Muljani, 27, laki-laki, penumpang Bus Rosalia Indah
  3. Slamet Riadi, 50, laki-laki,
  4. Sarpan, 43, laki-laki,
  5. Susanto, 35, laki-laki,
  6. Wasidi, 62, laki-laki,
  7. Suparti, 45, perempuan, dan
  8. Kodri, 49, laki-laki.
Korban luka berat bernama Sutiono, 52; Nurlaila, 40; Solikin, 60; Basuki, 63; Muskarindo, Watini, 59; Mulyanto, 55, dan Sunarya, 45. Kemudian korban luka ringan adalah, Muslim, 52; Mingan, 60; M Ali Wardono, 20; Agus Mulyadi, 23; M Jun Adi Gunawan, 24.
 
Selanjutnya, Nur Rois Ibadulan, 41; Amin Syaifudin, Ari, 37; Dedi Trianto, 33; Samsudin, 56; Nur Kholil, 29; Musinin, 52; Sunarya, 46; Defri, 23; Iwan, 36; Nur Margiyanto, 30; Munawaroh, 21; Hijanunasi, Abdul Rahman, 23; Cipto, Khaidar, 15, dan Samadi, 58.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif