Vaksinasi guru di Pusat Belejar Guru (PBG) Kudus. / medcom.id/ Rhobi Shani
Vaksinasi guru di Pusat Belejar Guru (PBG) Kudus. / medcom.id/ Rhobi Shani

29 SMP di Kudus Ajukan Ujian Sekolah Tatap Muka

Nasional Sekolah Pembelajaran Daring Ujian Sekolah Pembelajaran Tatap Muka
Rhobi Shani • 14 April 2021 11:50
Kudus: Sebanyak 29 dari 51 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengajukan ujian sekolah tatap muka. Pekan ini, guru-guru di sekolah yang mengajukan ujian sekolah tatap muka dijadwalkan divaksin covid-19.
 
"Kami sudah kerjasama dengan Dinas Kesehatan terkait vaksinasi bagi sekolah yang ingin melaksanakan ujian sekolah tatap muka," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dian Vitayani Winahyu, Rabu, 14 April 2021.
 
Ujian sekolah tatap muka dilaksanakan pada 19 - 26 April 202. Pelaksanaan ujian sekolah tatap muka menerapkan protokol kesehatan serta telah mendapat izin dari orangtua siswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di Kudus baru ada satu SMP yang gurunya sudah divaksin. Kemarin kami tawarkan ke sekolah yang merasa sudah siap. Dan ada 29 sekolah yang mengajukan untuk ujian sekolah tatap muka," kata Dian.
 
Baca: Disdikpora Jepara Beri Lampu Hijau Ujian Sekolah Tatap Muka
 
Dari 29 sekolah tersebut, ada sekitar 740 guru yang dijadwalkan akan menjalani vaksinasi pada Jumat - Sabtu pekan ini. Pelaksanaan vaksinasi guru akan dilakukan di RSIA Miriam dan RS Mardi Rahayu Kudus.
 
"Angka ini masih bisa berubah ya, soalnya kami belum tahu apakah nanti ada pengurangan atau tidak. Dari jumlah ini apakah ada guru yang sudah divaksinasi karena dia tokoh masyarakat. Atau menunda vaksinasi karena hamil, sakit akut atau komorbid," papar Dian.
 
Kasi Surveilen dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Aniq Fuad mengatakan Jumat lalu, pihaknya mendapat tambahan vaksin sebanyak 400 vial atau 4.000 dosis. Vaksin ini akan digunakan untuk 2.000 orang.
 
Baca: Sekolah Teledor, Disdikbud Kota Malang Ancam Tutup Uji Coba PTM
 
"Rinciannya nanti kita akan vaksinasi 1.200 lansia dan 800 untuk pelayan publik, yaitu guru, " jelas Aniq.
 
Vaksinasi di tahap kedua ini, kata Aniq, sasarannya masih sama yakni lansia dan pelayan publik. Sementara itu, guru menjadi salah satu prioritas.
 
"Guru masuk dalam kategori pelayan publik. Prioritas vaksinasi tetap 60 persen lansia dan 40 persen pelayan publik," kata Aniq.
 
Untuk vaksinasi guru diprioritaskan kepada mereka yang akan melakukan PTM nantinya. Seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, pada sekitar 459 orang guru yang melakukan simulasi pembelajaran tatap muka tanggal 5-16 April 2021.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif