Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga (kedua kanan) didampingi Satreskrim AKP David Adi Kusuma (kiri) dan Kasihumas Iptu Dedi Jumhaedi (kanan) memperlihatkan barang bukti berkas penggelapan dana desa. (ANTARA)
Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga (kedua kanan) didampingi Satreskrim AKP David Adi Kusuma (kiri) dan Kasihumas Iptu Dedi Jumhaedi (kanan) memperlihatkan barang bukti berkas penggelapan dana desa. (ANTARA)

Eks Kades di Serang Diduga Tilap Dana Desa demi Nikahi 2 Istri Muda

Nasional dana desa Kepala Daerah Korupsi Dana Desa
Antara • 22 Oktober 2021 08:23
Serang: Polres Serang Polda Banten menangkap mantan Kepala Desa Kepandean periode 2012-2018 berinisial YS, 43, pada Sabtu, 16 Oktober 2021, yang diduga melakukan penggelapan dana desa sekitar Rp500 juta lebih.
 
"Satreskrim Polres Serang Polda Banten berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan YS, 43, yang merupakan mantan Kepala Desa Kepandean,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, di Polres Serang, Kamis, 22 Oktober 2021.
 
Menurut Shinto, korupsi yang dilakukan YS yakni memerintahkan bendahara desa untuk menarik dana yang ada di rekening desa, namun tidak disalurkan sesuai spesifikasi, bahkan ada juga proyek fiktif.
 
Ia juga menyebutkan bahwa uang negara itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi, di antaranya sebagai biaya menikahi dua istri mudanya.
 
Selain digunakan untuk biaya menikah, tersangka juga menggunakan uang negara untuk bermain penggandaan uang. Jumlah dana desa yang digunakan pun sekitar Rp150 juta.
 
Baca juga: Populer Daerah, 200 Ton Ikan Mati Hingga Gubernur Aceh Minta Blokir Gim PUBG
 
“Yang bersangkutan menggunakan uang korupsi untuk kepentingan pribadi dan penggandaan uang,” jelas Shinto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, saat ditangkap polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dokumen Pencairan Dana Desa, print out Rekening Koran, SK pengangkatan Kepala Desa dan Laporan Realisasi Anggaran.
 
Akibat perbuatan tersangka, ia dikenakan hukuman sesuai dalam pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
"Mari kita jaga uang negara agar tidak digunakan oleh oknum tertentu guna kepentingan pribadi. Saya juga mengimbau kepada seluruh kepala desa di wilayah hukum Polda Banten agar menggunakan dana desa sebaik-baiknya, jangan coba-coba korupsi,” tegas Shinto.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif