Ilustrasi pendapatan daerah - - Foto: dok Antara
Ilustrasi pendapatan daerah - - Foto: dok Antara

Pariwisata Dibuka, Ekonomi DIY Masih Bergerak Lambat

Nasional Inflasi
Ahmad Mustaqim • 03 September 2020 17:08
Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mencatatkan deflasi 0,04 persen (month to month/mtm) pada Agustus 2020. Realisasi tersebut menunjukkan laju inflasi DIY secara akumulatif sampai dengan Agustus 2020 tercatat 0,68 persen (year to date/ytd) atau secara tahunan 1,64 persen (year on year/yoy).
 
Capaian ini berada di atas inflasi nasional yakni 1,32 persen(yoy). Realisasi inflasi DIY maupun nasional tersebut, berada di bawah sasaran yang ditetapkan, yakni 3,0 persen±1 persen (yoy).
 
"Rendahnya realisasi inflasi ini menunjukkan tingkat konsumsi di DIY yang masih rendah, walaupun aktivitas ekonomi perlahan mulai bergerak," kata Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hilman Tisnawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 3 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hilman menjelaskan berdasarkan survei konsumen pada Agustus 2020, Indeks Keyakinan Konsumen di DIY bergerak mendekati batas optimistis pada level 95,5. Adapun penjualan di tingkat ritel menunjukkan pemulihan, yakni pada Juli 2020 Indeks Penjualan Riil meningkat 10,7 persen (mtm) menjadi 83,3. Meski begitu, posisi indeks masih di bawah angka 100, yang menunjukkan penjualan ritel masih lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.
 
Ia mengungkapkan, deflasi pada Agustus 2020 disebabkan oleh deflasi kelompok harga pangan bergejolak (volatile food), sementara inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) maupun inflasi inti (core inflation) cenderung rendah.
 
"Dari sisi volatile food, deflasi disebabkan oleh penurunan harga daging ayam ras dan bawang merah. Stok daging ayam di pasaran saat ini cenderung melimpah, sehingga menyebabkan harga daging ayam di tingkat produsen terus menurun," katanya.
 
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging ayam ras di tingkat produsen pada Agustus 2020 terus turun mencapai Rp19.250 per kilogram (kg). Dari sisi permintaan, serapan daging ayam justru mengalami penurunan. Dampaknya, kata dia, rata-rata harga eceran daging ayam ras menurun menjadi Rp33.250 per kg, lebih rendah di bawah rata-rata harga normal pada kisaran Rp35 ribu per kg.
 
"Adapun pada komoditas bawang merah, panen raya yang terjadi pada sentra Bantul dan Sleman menyebabkan pasokan bawang merah di pasar cenderung melimpah. Dampaknya harga berangsur-angsur menurun," ujar Hilman.
 
Dari sisi inflasi kelompok inti, ia melanjutkan, penurunan inflasi terjadi pada tarif sekolah dasar. Di sisi lain, peningkatan inflasi ditopang oleh peningkatan harga emas perhiasan dan sepeda. Di tengah pandemi covid-19 yang belum mereda, tekanan dari isu geopolitik kembali meningkat. Menurut dia, situasi ini menyebabkan gejolak ekonomi global kembali meningkat.
 
"Akibatnya harga emas global kembali meningkat sepanjang Agustus 2020. Sementara itu harga sepeda kembali mengalami inflasi, sebagai implikasi dari tren gaya hidup sehat di masyarakat. Secara khusus, regulasi impor produk sepeda per 28 Agustus diperketat melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 68 Tahun 2020 tentang ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik, dan Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga. Kondisi ini akan menyebabkan pasokan sepeda khususnya impor akan cenderung terbatas," jelasnya.
 
Pada kelompok administered prices, ia menambahkan mengalami inflasi terbatas akibat tarif angkutan udara. Sejak awal tahun hingga Juli 2020 tarif angkutan udara telah menurun hingga -27,3 persen (ytd).
 
Pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi covid-19 dan penerapan PSBB di sejumlah wilayah di luar DIY menyebabkan permintaan terhadap moda transportasi angkutan udara menjadi anjlok dan maskapai terpaksa memangkas tarif hingga mendekati batas bawah tarif tiket pesawat.
 
Sementara itu, sejak Agustus 2020, pelonggaran pembatasan aktivitas di beberapa daerah menyebabkan mobilitas manusia menjadi meningkat. Situasi itu membuat penumpang moda angkutan udara mulai meningkat. Hal ini menyebabkan tarif angkutan udara perlahan mengalami inflasi menuju rata-rata normal.
 
"Melihat perkembangan inflasi terkini, Bank Indonesia memperkirakan inflasi DIY 2020 akan berada pada batas bawah titik tengah sasaran," kata dia.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif