Awan panas guguran terpantau keluar dari Gunung Merapi pada Sabtu (9/1). (ANTARA/HO/Twitter BPPTKG)
Awan panas guguran terpantau keluar dari Gunung Merapi pada Sabtu (9/1). (ANTARA/HO/Twitter BPPTKG)

Daerah Rawan Terdampak Erupsi Gunung Merapi Potensial Diubah

Nasional gunung merapi erupsi gunung
Ahmad Mustaqim • 10 Januari 2021 13:34
Yogyakarta: Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi 2021 pada 4 januari lalu. Hal itu ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Provinsi Jawa Tengah.
 
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengaku masih melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap aktivitas gunung itu. Dengan dugaan GUnung Merapi miliki dua kubah lava, daerah terdampak erupsi akan kembali dievaluasi.
 
"Daerah-daerah potensi terdampak (erupsi Gunung Merapi) akan diubah," kata Hanik di Yogyakarta, Minggu, 10 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Gunung Merapi Punya Gundukan Baru
 
Kubah lava yang saat ini sudah ada di posisi tepi bibir kawah 1997. Kubah lava di lokasi ini akan langsung menjadi lava pijar begitu muncul dari perut gunung ke puncak. Luncuran lava pijar di titik ini berada di sebelah barat daya. Kondisi ini membuat volume kubah lava belum bisa diketahui.
 
Adapun dugaan material baru lain di puncak, yakni di tengah kawah. Bila kubah lava di tengah ini nantinya muncul dan teramati, titik rawan terdampak erupsi berada di arah tenggara atau Kali Gendol.
 
Menurut Hanik penetapan status gunung berapi berkaitan dengan potensi dampak dan bahaya erupsi. Ia menyebut, status gunung berapi akan ditetapkan awas apabila ancaman ada dan mendekat ke penduduk.
 
"Kalau di Indonesia timur, walaupun tinggi kolom saat erupsi puluhan hingga belasan kilometer, tapi tak ada pendudukan terancam, lokasi (gunung berapi) di daerah terisolasi. Tak pernah dinaikkan status awas. Gunung Merapi kalau ada perkembangan dari data-data dan itu sudah mengancam penduduk di sekitar akan kami evaluasi," jelasnya.
 
Aktivitas vulkanis Gunung Merapi menjadi tinggi sejak awal Januari 2021. Terjadi 9 kali luncuran lava pijar di arah Kali Krasak pada 7 Januari 2021. Jarak luncuran masih kurang dari satu kilometer dari puncak.
 
Adapun deformasi gunung tersebut cenderung naik-turun dalam tiga pekan terakhir. Namun, memasuki tahun 2021, deformasi meningkat dengan ditunjukkan guguran yang terjadi berulang kali.
 
"Selama masih ada magma di dalam menuju ke permukaan, ini akan terjadi terus guguran lava pijar. Kondisi gas di puncak masih stabil. Gunung Merapi masih berstatus siaga dan jarak bahaya maksimum masih lima kilometer," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif