ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

UMP DIY Naik Rp60.392

Nasional ketenagakerjaan upah ump
Ahmad Mustaqim • 01 November 2020 09:04
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2021 sebesar 3,54 persen. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur DIY nomor 319/KEP/2020 tentang penetapan UMP tahun 2021 tertanggal 31 Oktober 2020.
 
Kenaikan UMP 3,54 persen itu setara dengan Rp60.392. Dengan demikian UMP DIY 2021 naik dari Rp1.704.608 menjadi Rp1.765.000.
 
"Keputusan ini telah mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan DIY," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Aria Nugrahadi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Herman Deru Bangun Kembali 5 Rumah Warga Korban Banjir Muara Enim
 
Aria mengatakan pertimbangan peningkatan perekonomian pekerja akibat dampak pandemi covid-19 juga jadi landasan. Selain itu juga mempertimbangkan kelangsungan usaha harus dipikirkan.
 
"Keputusan juga untuk menjaga stabilitas dan menciptakan hubungan industrial yang kondusif," jelas Ketua Dewan Pengupahan DIY ini.
 
Pihak Dewan Pengupahan sebelumnya merekomendasikan kenaikan UMP sekitar 3,33 persen. Rekomendasi itu dianggap sudah berdasarkan hasil kajian tenaga ahli terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Sementara kelompok buruh mengajukan kenaikan 4 persen.
 
"Jadi pertimbangan di atas sudah ditampung. UMP ini berlaku 1 Januari 2021," ungkapnya.
 
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) DIY, Ruswadi, menilai keputusan kenaikan ketentuan upah itu sudah baik. Menurut dia, sekitar 120 ribu anggotanya telah berharap adanya kenaikan upah.
 
"Meski kami memahami dampak covid-19 ini sangat besar di semua sektor unit usaha, maka dengan tetap memperhatikan dampak tersebut, Gubernur DIY tetap menaikkan UMP 2021 sebesar 3.5 persen kami menilai itu sudah baik dan tentunya dunia usaha di DIY diharapkan masih mampu untuk menerapkannya," kata Ruswadi.
 
Ruswadi mengatakan kenaikan UMP DIY 2021 memang tak sesuai anjuran Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziah yang tertuang dalam Surat Edaran Menaker nomor 11 Tahun 2020 tentang anjuran kepada Gubernur seluruh Indonesia untuk tidak menaikkan UMP 2021. Ia berharap, kebijakan kenaikan upah itu bisa dikawal.
 
"Harapan kami para bupati dan wali kota di DIY untuk mengikuti langkah tersebut," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif