Putra Gus Nur, Muhammad Munjiat. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Putra Gus Nur, Muhammad Munjiat. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Anak Gus Nur Beberkan Penangkapan di Malang

Nasional nahdlatul ulama ujaran kebencian
Daviq Umar Al Faruq • 24 Oktober 2020 15:21
Malang: Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Raharja atas kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Pria yang akrab disapa Gus Nur itu ditangkap di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu dini hari, 24 Oktober 2020.
 
Medcom.id mencoba mengunjungi kediaman Gus Nur di Jalan Cucak Rawun Raya, Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di rumah ini, Gus Nur ditangkap oleh polisi terkait ujaran kebencian dalam sebuah podcast bersama Refly Harun di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Berdasarkan keterangan sang putra, Muhammad Munjiat, penangkapan Gus Nur kali ini bukan pertama kalinya, namun sudah kali ke tiga. Hanya saja, pihak keluarga menyayangkan bahwa penangkapan Gus Nur dilakukan pada tengah malam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sebelumnya juga sudah mengira-ngira bahwa akan ada efek dari pembicaraan di podcast yang viral itu," katanya, kepada awak media.
 
Munjiat lantas menceritakan, polisi tiba di rumahnya sekitar pukul 00.00 WIB dini hari dengan membawa empat hingga lima mobil. Personel polisi yang menjemput Gus Nur disebutkan Munjiat berjumlah sekitar 30 orang.
 
"Anggota polisi langsung masuk dan menunjukkan surat perintah penangkapan serta penggeledahan," imbuhnya.
 
Baca:Gus Nur Ditangkap karena Dugaan Lecehkan NU
 
Setengah jam kemudian, Gus Nur pun dibawa oleh polisi. Tak hanya itu, polisi pun juga menyita sejumlah barang bukti, berupa laptop, hardisk, dan handphone.
 
"Beliau langsung dibawa ke Mabes Polri. Perintah penangkapannya karena dugaan pencemaran nama baik NU yang di podcast Refly Harun itu," jelasnya.
 
Putra kedua Gus Nur itu menilai bahwa penangkapan sang ayah tak lepas dari unsur politis. Pasalnya, beberapa waktu lalu, ketika Gus Nur membuat laporan serupa, kepolisian tidak langsung bergerak. Sedangkan, ketika Gus Nur dilaporkan oleh pihak tertentu, polisi langsung cepat melakukan penanganan.
 
"Sepertinya ini memang tidak lepas dari unsur politis. Jadi keluarga juga sudah tidak terkejut lagi," ungkapnya.
 
Baca:Penangkapan Gus Nur Diapresiasi
Berdasarkan pengakuan Munjiat, Gus Nur jarang berada di rumah Malang lantaran kerap safari dakwah ke berbagai daerah. Hanya saja, saat penangkapan berlangsung, Gus Nur kebetulan berada di rumah karena baru saja mengisi acara peringatan Maulid Nabi di kawasan Kedungkandang, Kota Malang.
 
"Biasanya jarang sekali ada di rumah. Tetapi kebetulan tadi malam sedang ada di rumah karena habis ada acara," terangnya.
 
Penangkapan Gus Nur dilakukan atas Surat Perintah (SP) Penangkapan Nomor: SP.Kap/176/X/2020/Dittipidsiber. Dalam surat perintah penangkapan yang beredar tertulis penangkapan Gus Nur untuk kepentingan penyidikan tindak pidana.
 
Dalam surat itu juga Gus Nur telah ditetapkan sebagai tersangka. Surat itu berlaku hari ini Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Gus Nur sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Rabu, 21 Oktober 2020. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim.
 
Laporan dugaan pelecehan lembaga dan sejumlah tokoh NU itu buntut omongan Gus Nur alam tayangan dialog akun YouTube Munjiat Channel miliknya. Gus Nur disebut menyebarkan informasi yang menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
 
"NU saat ini diibaratkan sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, dan penumpangnya kurang ajar sehingga kesucian NU saat ini tidak ada lagi," kata Gus Nur yang dikutip menjadi dasar pelaporan.

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif