Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Satgas Covid-19 di Sumut Diserang Diduga Preman saat Operasi Yustisi

Nasional penyerangan penganiayaan Virus Korona kekerasan
Media Indonesia.com • 22 Oktober 2020 20:44
Medan: Satgas Penanganan Covid-19 Mebidang (Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang) diserang secara brutal diduga oleh kelompok preman. Kala itu petugas tengah melakukan operasi yustisi, di Kompleks Brayan Trade Centre, Jalan Serbaguna Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
"Tiga anggota satgas mengalami luka serius, dan lima kendaraan operasional rusak," kata Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, melansir Mediaindonesia.com, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Edy menuturkan, para petugas diserang saat mendata pelanggar protokol kesehatan. Selain itu ditemukan beberapa bukti praktik perjudian di lokasi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat pendataan, tim dikejutkan serangan puluhan orang diduga preman dari luar gedung," ucapnya.
 
Baca:Satgas Covid-19: Angka Kesembuhan Indonesia di Atas Standar WHO
 
Seorang personel Satpol PP Deliserdang yang berjaga di luar, tiba-tiba berlari masuk ke dalam gedung dengan memegang kepala yang sudah berdarah. Personel itu masuk ke dalam dan mengatakan ada pemukulan oleh seseorang di luar menggunakan kayu.
 
Melansir Mediaindonesia.com, seluruh personel secara spontan berlari keluar gedung untuk menenangkan aksi tersebut. Namun, kawanan diduga preman terus melakukan perusakan kendaraan dinas yang parkir di luar gedung.
 
Tidak hanya merusak mobil menggunakan batu dan kayu, para perusak itu juga menantang petugas untuk berkelahi. Namun, petugas tidak membalas aksi kawanan tersebut memilih negosiasi.
 
Baca:4 Polisi Diperiksa Terkait Pemukulan Dosen di Makassar
 
"Saat itu, posisi mereka berada di bagian depan (pintu masuk/portal) komplek pergudangan dan bersiap menyerang," terangnya.
 
Dia menegaskan, pihaknya menyerahkan kasus penyerangan itu ke kepolisian. Dia berharap, Polri dapat memproses kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.
 
"Sehingga tidak terjadi lagi kejadian yang sama di kemudian hari," tukasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif