Ilustrasi--Suasana salah satu tempat usaha di Kawasan Galaxy, Kota Bekasi yang masih beroperasi melebihi pukul 18.00 WIB, Jumat 2 Oktober 2020. (Foto: Medcom.id/Antonio)
Ilustrasi--Suasana salah satu tempat usaha di Kawasan Galaxy, Kota Bekasi yang masih beroperasi melebihi pukul 18.00 WIB, Jumat 2 Oktober 2020. (Foto: Medcom.id/Antonio)

Tempat Usaha di DIY Diizinkan Buka hingga Pukul 10 Malam

Nasional natal dan tahun baru Pencegahan Covid-19 Protokol Covid-19
Ahmad Mustaqim • 22 Desember 2020 15:09
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengizinkan berbagai tempat usaha buka hingga pukul 22.00 WIB. Hal ini berbeda dengan anjuran pemerintah pusat dan daerah lain yang membolehkan operasional tempat usaha hingga pukul 20.00 WIB.
 
Lewat instruksi Gubernur DIY nomor 7/INSTR/2020, tentang Penegakan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 pada saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, pemerintah setempat membolehkan operasional pusat perbelanjaan/mall, warung makan, rumah makan, kafe, restoran, bioskop, tempat hiburan, hingga tempat wisata sampai pukul 22.00 WIB.
 
"Pelaksanaan jam operasional tempat usaha pukul 9 pagi sampai dengan pukul 22.00 WIB, mulai 24 Desember 2020 sampai 8 Januari 2020," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono, Selasa, 22 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Instruksi yang diterbitkan hari ini tersebut, juga meminta pemda memperketat operasi yustisi dan non-yustisi untuk memastikan pelaksanaan isolasi bagi pasien covid-19. Selain itu, operasi juga menyasar bagi orang yang tak mematuhi protokol kesehatan.
 
Baca juga: Gubernur DIY Minta Operasi terkait Covid-19 Diperketat saat Natal Tahun Baru
 
"Lalu mencegah kegiatan sosial yang berpotensi mengumpulkan orang banyak. Pengelola hotel atau penginapan dan ketua RT/RW sebeum menerima tamu dari luar daerah untuk meminta hasil rapid tes antigen dengan hasil negatif," kata dia.
 
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY Noviar Ahmad, menambahkan meskipun diizinkan buka hingga pukul 22.00 WIB, pihaknya akan bertindak tegas apabila usaha yang dijalankan menimbulkan kerumunan.
 
Noviar mengaku kebijakan Pemerintah DIY memang beda dengan pusat. Pengambilan kebijakan itu dengan pertimbangan sejumlah aspek, salah satunya ekonomi.
 
"Pelaku usaha termasuk usaha wisata, (Natal dan Tahun Baru) biasanya menjadi momen. Kebijakan pembatasan operasional tidak sama (dengan pemerintah pusat) karena pertimbangan faktor ekonomi," ungkapnya. 
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif