Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

4 Sapi Terjangkit PMK, Seluruh Pasar Hewan di Sumbar Ditutup

Nasional penyakit aneh Hewan Ternak penyakit menular sapi Sumatra Barat Penyakit Mulut dan Kuku
Media Indonesia • 13 Mei 2022 19:23
Padang: Pasar ternak di Sumatra Barat ditutup sementara waktu setelah temuan 4 ekor sapi positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Palangki, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat (Sumbar).
 
"Kami dapat informasi pada 12 Mei 2022 lalu. Hasil laboratorium tadi baru keluar dan ternyata sapi-sapi tersebut positif PMK," kata Kadis Peternakan Sumbar Erinaldi, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Alhasil, pihaknya melakukan penutupan pasar ternak untuk sementara waktu. Sebab, pasar ternak merupakan titik penyebaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara untuk antisipasi penyebaran penyakit, kami melakukan isolasi selama 14 hari dari kedatangan sapi yang masuk. Berlaku tidak hanya di Sijunjung, termasuk seluruh pasar ternak yang ada Sumbar," jelasnya.
 
Menurutnya, keempat sapi tersebut berasal dari berasal dari Riau. Kemudian pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polda Sumbar untuk memperketat pengawasan bagi kendaraan yang membawa sapi dari luar Provinsi Sumbar.
 
Baca: Sidak ke Peternakan, Polresta Cirebon Pastikan Belum Ada Sapi Terjangkit PMK
 
"Seluruh kendaraan yang membawa ternak akan di periksa, dan ditanya kelengkapan surat asal ternak. Pemeriksaan ini akan dilakukan di delapan titik pintu masuk Sumbar, seperti di Rao, Pasaman, Rimbo Data, Payakumbuh, Gunung Medan, Dharmasraya," bebernya.
 
Terkait hal itu, Gubernur Sumbar pun telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) no 559/ED/GSB 2022 tentang pengendalian dan penanggulangan terhadap ancaman masuk dan penyebarnya PMK di Sumbar.
 
Dalam SE yang di terbitkan pada 12 Mei 2022 tersebut, melarang jual beli ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, dan domba) dari wilayah yang sedang terjangkit kasus PMK.
 
Selain itu, SE tersebut telah membentuk gugus tugas penanganan wabah PMK sesuai keenangan dengan melibatkan isntansi, akademisi, pakar, maupun pihak lain.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif