Cemburu, Pria Ini Tikam Pacarnya Sesama Jenis

Hendrik Simorangkir 08 Mei 2018 17:42 WIB
pembunuhan
Cemburu, Pria Ini Tikam Pacarnya Sesama Jenis
Kapolsek Sepatan AKP IGM Sugiarto menggelar jumpa pers terkait pembacokan.
Tangerang: Teriakan histeris terdengar di dalam salon Royal di Kampung Beureum RT 07, RW 07, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Senin, 7 Mei 2018. Teriakan itu terdengar, saat pemiliknya yaitu Bahzori, 33 menjadi korban pembacokan secara sadis yang dilakukan oleh kekasihnya yang bernama Saiful Bahri, 28.

Penganiayaan dari pasangan LGBT dengan menggunakan senjata tajam jenis golok itu pun menyisakan banyak ceceran darah segar di lantai hingga bercipratan di dinding salon.

Kapolsek Sepatan AKP IGM Sugiarto mengatakan insiden yang dipicu lantaran sakit hati itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, hingga sempat menggegerkan warga sekitar.


"Untuk pemicunya, dalam kehidupan kaum LGBT seperti itu biasanya karena faktor cemburu yang berlebihan karena ada orang ketiga," kata Sugiharto, Selasa 8 Mei 2018.  

Korban dan pelaku, lanjutnya, memiliki hubungan asmara. Adanya perselisihan itu, membuat pelaku yaitu Saiful Bahri mendatangi korban dan langsung membacok berulang kali ke sejumlah bagian tubuh korban.

"Korban biasa dipanggil Puput itu dibacok lima kali dibagian wajahnya, hingga melukai kepala bagian atas, leher sebelah kiri bagian belakang, leher sebelah kiri di bawah telinga," jelasnya.



Tak puas sampai disitu, pelaku kembali membacoki perut Puput di bagian sebelah kiri, hingga usus terburai dan jari manis serta jari telunjuk sebelah kanan juga terkena bacokan.

"Setelah korban dibacok berulang-ulang kali, korban mengalami kritis. Melihat kejadian tersebut, pelaku hanya terdiam berdiri tidak jauh dari korban," katanya.

Hingga dua anggota Polsek Sepatan bersama dengan warga berhasil mengamankan tersangka yang juga mengalami luka robek pada telapak tangan kanannya lantaran memegang golok.

"Untuk motif pembacokan serta berapa lama hubungan asmara LGBT itu, untuk lebih jelasnya masih kita dalami," jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka melakukan penganiayaan berat sesuai bunyi pasal 351 KUHP. Kini korban masih dalam perawatan serius dari tim medis RSUD Kabupaten Tangerang.

"Barang bukti sebuah tas gendong warna coklat, jaket kulit warna hitam, dan sebuah golok sepanjang 20 centimeter telah kita amankan," pungkasnya.




(ALB)