Logo Nahdlatul Ulama (NU). ANTARA/HO/Dian Hadiyatna
Logo Nahdlatul Ulama (NU). ANTARA/HO/Dian Hadiyatna

Petinggi PBNU Diminta Tak Adu Opini Jelang Muktamar

Nasional PBNU muktamar nahdlatul ulama nahdlatul ulama
Deny Irwanto • 26 November 2021 00:07
Jakarta: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi, Umarsyah, meminta para petinggi PBNU tidak adu opini di ruang publik terkait klaim dukungan ketua umum jelang Muktamar NU ke-34.
 
Umarsyah meminta semua pihak bersabar dan menyarankan para petinggi lebih fokus pada persiapan muktamar di Lampung tersebut.
 
"Lebih elok hentikan klaim dukung-dukungan, serahkan saja siapa yang memang layak jadi Ketua Umum kepada para Muktamirin. Yang paling berhak ya Muktamirin NU. Kalau Kiai sepuh tentu pemimpin NU sesungguhnya adalah Rais Aam," kata Umarsyah dalam keterangan pers, Kamis, 25 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Naca: 100 Hari Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak
 
Dia menyatakan tidak elok saat warga NU sedang fokus menyiapkan Muktamar, justru petinggi PBNU malah memamerkan aksi dukung-mendukung. Sementara Umarsyah mengaku sepakat jika Muktamar di Lampung dipercepat.
 
Menurutnya jika Muktamar dipercepat dapat memberi kepastian kepada para nahdliyin. "Jika Muktamar ditunda sampai kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selesai justru akan memunculkan ketidakpastian," jelasnya.
 
Sebelumnya diberitakan Muktamar ke-34 NU akan digelar di Lampung pada 23 hingga 25 Desember 2021. Ada dua nama yang disebut-sebut bakal mencalonkan diri.
 
Yakni KH Said Aqil Siradj yang akan maju sebagai ketua umum untuk kali ketiga. Kemudian KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang sekarang menjabat Katib Aam PBNU.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif