Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

344 Ribu Balita di Jatim Stunting

Nasional stunting
Amaluddin • 14 Februari 2020 15:41
Surabaya: Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menyebut kasus stunting atau gizi buruk di wilayahnya mencapai 27,67 persen pada 2019. Angka itu menurun 3,1 persen dari tahun 2018 sebesar 30,8 persen.
 
"Hingga saat ini, masih ada 344.019 kasus stunting di Jatim," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim, Vitria Dewi, dikonfirmasi, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh, gagal kembang yang terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Stunting dikenal dengan "berbadan pendek", tinggi badannya tumbuh tidak sesuai dengan standar anak seusianya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kasus stunting ini terjadi karena kekurangan gizi kronis, disebabkan karena pola asuh anak tidak tepat yang mengakibatkan kegagalan petumbuhan bagi anak," ujarnya.
 
Berdasarkan data dari elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) per 25 November 2019, ada 2,8 juta balita yang menjadi sasaran guna mencegah stunting di Jatim. Dari angka itu, didapati anak balita yang tinggi badannya sangat pendek, tidak sesuai usia berjumlah 157.717 orang.
 
Kemudian 186.302 anak pendek, 934.177 bayi normal, 1,2 juta bayi proses pertumbuhan baik, dan 344.019 balita mengalami stunting. "Artinya, masih ada 26,9 persen balita yang stunting dari 50 persen jumlah total balita yang terdata," ujarnya.
 
Vitria mengajak masyarakat Jatim lebih memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi ibu hamil dan bayi. Mengingat kasus stunting terjadi karena kekurangan gizi bagi bayi, sehingga mengakibatkan gagal tumbuh dan gagal kembang.
 
"Jadi yang paling penting untuk mencegah stunting, ibu hamil harus perhatikan pola makan dengan makanan bergizi," ujarnya.
 

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif