Suasana Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla 2020, di Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa, 30 Juni 2020. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)
Suasana Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla 2020, di Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa, 30 Juni 2020. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)

Sumsel Alokasikan Rp45 Miliar untuk 10 Kabupaten Rawan Karhutla

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Gonti Hadi Wibowo • 30 Juni 2020 16:15
Palembang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan, mengalokasikan Rp45 miliar untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 10 kabupaten yang dinilai rawan. Anggaran itu diminta dibelanjakan perlengkapan penanganan karhutla.
 
"Bantuan Pemprov Sumsel ini merupakan yang pertama kali diberikan kepada kabupaten rawan terdampak karhutla," kata Gubernur Sumsel, Herman Deru, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Menurut dia, peralatan penanganan karhutla di 10 wilayah itu sudah tak lagi memenuhi standar dan usang. Herman meminta daerah termaksud agar membeli peralatan yang lebih baik termasuk layar indeks standar pencemar udara (ISPU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya pastikan anggaran Rp45 miliar untuk 10 kabupaten dibagi secara proposional," ungkapnya.
 
Baca juga:2.314 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh
 
Selain itu, Herman telah menunjuk setiap kepala daerah di 10 wilayah sebagai Komandan Satgas di bawah Gugus Tugas Provinsi. Ia mengimbau rencana dan upaya pengendalian karhutla dilaksanakan dari tingkat provinsi hingga desa.
 
"Peran kepala desa dalam hal ini juga penting mengendalikan karhutla. Pelaksanaan penanggulanagan harus terus diawasi dan dievaluasi," jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, mengatakan pihaknya mencatat dari periode Januari hingga Juni 2020 total ada 1.868 titik panas yang muncul di Sumsel.
 
Sebanyak 475 titik panas berlangsung pada Maret dan tertinggi berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
 
"Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau di Sumsel sudah terjadi sejak Mei di beberapa wilayah secara bertahap. Prediksi kami musim kemarau tahun ini akan lebih pendek dibandingkan tahun lalu," imbuh dia.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif