Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Pemkot Bogor Punya Taleus untuk Menangani Stunting

Nasional stunting
Rizky Dewantara • 07 Februari 2020 19:51
Bogor: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat memiliki program khusus untuk penanganan stunting bernama Taleus Bogor (Tanggap Laleungitkeun Stunting di Kota Bogor). Program ini merupakan inovasi terpadu penanggulangan stunting di Kota Bogor.
 
"Program Taleus Bogor dalam pelaksanaanya menggunakan dua metode untuk penanggulangan stunting. Yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim kepada Medcom.id, di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Februari 2020.
 
Dedie mengatakan saat ini Pemkot Bogor sudah melakukan percepatan penanggulangan stunting di Kota Bogor melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijelaskan Dedie yang dimaksud intervensi spesifik dalam penanggulangan stunting dilakukan dengan pendekatan siklus hidup yang dibagi menjadi enam kelompok.
 
Dedie mengatakan untuk kelompok remaja, pihaknya fokus untuk perbaikan status gizi dan deteksi faktor risiko penyakit tidak menular. Kelompok anak sekolah, edukasi kesehatan dan pembiasan konsumsi gizi seimbang.
 
"Untuk kelompok calon pengantin, dilakukan pelatihan calon pengantin termasuk materi kesehatan dan konseling calon pengantin meliputi pemeriksaan kesehatan pemberian imunisasi dan edukasi," ungkap Dedie.
 
Sementara untuk kelompok ibu hamil, pihaknya memastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar termasuk perbaikan status gizi dengan pemberian makanan tambahan.
 
"Kemudian kelompok ibu menyusui, melakukan konseling dan pendampingan pemberian ASI eksklusif dan kelompok balita melakukan pemantauan tumbuh kembang dan pemberian makanan," tambahnya.
 
Menurut Dedie untuk intervensi sensitif, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan. Ada empat sektor yang pihaknya tingkatkan, pertama, peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi, yaitu peningkatan penyedian air bersih dan perbaikan sarana sanitasi juga perbaikan RTLH (rumah tidak layak huni).
 
Kedua, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan. Yaitu, peningkatan konseling dan pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan peningkatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menuju Universal Health Coverage (UHC) .
 
Ketiga, peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan termasuk gizi ibu dan anak. Dengan cara penyebarluasan informasi melalui berbagai media, sekolah ibu, pemantauan tumbuh kembang anak, penyediaan konseling kesehatan dan reproduksi untuk remaja, pelayanan kesehatan peduli remaja, usaha kesehatan sekolah dan pembentukan kader dan duta stunting.
 
Terakhir, peningkatan akses pangan bergizi, dengan cara peningkatan kawasan rumah Pangan Lestari yang dibuat Pemkot Bogor.
 
"Intervensi spesifik dan sensitif intinya untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga Kota Bogor yang harus dipenuhi. Mulai dari sarana sanitasi dasar, edukasi gizi masyarakat, edukasi Kespro (kesehatan reproduksi), keluarga berencana dan jaminan kesehatan," pungkas Dedie.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif