NEWSTICKER
Penyemprotan disinfektan di terminal kedatangan penumpang Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Penyemprotan disinfektan di terminal kedatangan penumpang Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Bandara Adisutjipto Disemprot Disinfektan Sepekan Sekali

Nasional Virus Korona
Ahmad Mustaqim • 16 Maret 2020 15:54
Sleman: Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yogyakarta bersama PT Angkasa Pura I menyemprot disinfektan di dua bandara udara (bandara), yakni Bandara Adisutjipto dan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo. Sejak pekan lalu, penyemprotan telah dilakukan dua kali.
 
"Hari ini (Senin, 16 Maret 2020) kami semprot disinfektan di Terminal B untuk kedatangan internasional maupun terminal A kedatangan domestik di Bandara Adisutjipto," kata petugas KKP Yogyakarta, Susmono di Bandara Adisutjipto.
 
Penyemprotan disinfektan dilakukan di berbagai titik. Dari tempat pengumpulan troli, tempat pengambilan bagasi, lantai, hingga gerai di area bandara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Termasuk (penyemprotan disinfektan) juga dilakukan di (YIA) Kulon Progo karena sudah pakai garbarata," kata dia.
 
Baca:Sabang Tertutup bagi Wisatawan Asing
 
Selain itu, KKP juga memindai suhu tubuh penumpang yang baru datang. Pemeriksaan lebih ketat bagi penumpang yang datang dari Singapura dan Malaysia.
 
"Kalau ada dari luar terdeteksi. Jangan sampai tertular dari bandara. Dari bandara sampai rumah sehat, yang internasional diawasi ketat juga," ungkapnya.
 
Bagian Komunikasi dan Legal Manajer Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Rio Hendarto mengatakan, penyemprotan disinfektan juga dilakukan pada Jumat, 13 Maret 2020. Pemberian disinfektan ini demi memberikan pelayanan kesehatan bagi penumpang.
 
"Pihak manajemen (bandara) dan KKP ingin memberikan pelayanan prima pencegahan Covid 19. Beberapa daerah ada yang positif. Kami ingin memastikan bandara Adisutjipto bebas dan bersih," jelasnya.
 
Rio mengatakan, penyemprotan disinfektan rencananya akan dilakukan sepekan sekali. Pihaknya merasa khawatir karena penumpang yang datang bisa jadi dari daerah penyebaran virus korona.
 
"Prinsipnya pencegahan lebih baik daripada mengobati. Kekhawatiran pasti ada karena di sini masih ada penerbangan rute Singapura dan Malaysia (Kuala Lumpur)," ungkapnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif