Sedaprov Jatim, Heru Tjahjono, saat jumpa pers soal vaksinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Medcom.id/Amal)
Sedaprov Jatim, Heru Tjahjono, saat jumpa pers soal vaksinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Medcom.id/Amal)

Vaksinasi Covid-19 di Jatim Dipusatkan di Gedung Grahadi Surabaya

Nasional Virus Korona vaksin covid-19 Pencegahan Covid-19
Amaluddin • 13 Januari 2021 17:58
Surabaya: Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Jawa Timur akan bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, 14 Januari 2021. Rencananya ada 19 nama yang telah diusulkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk disuntik vaksin.
 
"Sesuai arahan dari Bu Gubernur Jatim. Walaupun di Grahadi, standar keamana tetap akan disiapkan. Pertimbangannya, kalau di Grahadi lebih mudah diketahui masyarakat, sama seperti Pak Presiden Jokowi juga melakukan vaksin di Istana Bogor," kata Sekda Provinsi Jatim, Heru Tjahjono, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Sementara itu, Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi, mengaku belum mengetahui siapa saja penerima perdana vaksinasi covid-19 di Jatim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami masih menunggu nama-nama dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), karena memang yang menentukan langsung dari Kemenkes," kata Joni.
 
Baca juga: 3,7 Juta Warga Aceh Ditargetkan Terima Vaksinasi Covid-19
 
Joni menjelaskan, akan ada empat meja tahapan yang harus dilalui para penerima vaksin covid-19. Meja pertama adalah pendaftaran, kedua pengecekan kondisi kesehatan, ketiga vaksinasi, dan meja ke empat untuk observasi.
 
"Bagi orang yang sudah menerima sms dari Kemenkes untuk vaksin, belum tentu mereka besok divaksin. Karena harus dilihat dulu kondisi kesehatannya," katanya.
 
Menurut Joni, kemungkinan akan ada efek samping yang dialami penerima vaksin seperti gatal-gatal. Namun hal itu sangat kecil kemungkinannya jika kondisi kesehatan penerima vaksin bagus.
 
"Tapi kita sudah siapkan mini ICU, juga mobil ambulans yang bisa langsung ke RSUD dr Soetomo, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Joni.
 
Meski demikian, Joni memastikan efektifitas vaksin Sinovac aman dan halal.
 
"Sesuai dengan yang dikatakan oleh Kepala BPOM, vaksin Sinovac tingkat sensivitasnya mencapai 65,3 persen, itu lumayan bagus karena WHO memberikan syarat 50 persen,” imbuh dia.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif