Anggota Komisi III DPR RI fraksi NasDem, Ahmad M. Ali, dan anggota Komisi IX fraksi Demokrat, Anwar Hafid, di Desa Kolono, Bungku Tengah, Morowali, Rabu, 28 Oktober 2020.Dokumentasi/ istimewa
Anggota Komisi III DPR RI fraksi NasDem, Ahmad M. Ali, dan anggota Komisi IX fraksi Demokrat, Anwar Hafid, di Desa Kolono, Bungku Tengah, Morowali, Rabu, 28 Oktober 2020.Dokumentasi/ istimewa

Ahmad Ali dan Anwar Hafid Jaring Aspirasi Masyarakat Sulteng

Nasional pembangunan Pelantikan Anggota DPR
Deny Irwanto • 28 Oktober 2020 23:58
Morowali: Anggota Komisi III DPR RI fraksi NasDem, Ahmad M. Ali, dan anggota Komisi IX fraksi Demokrat, Anwar Hafid, menggelar reses gabungan untuk mengakomodir kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng). Ahmad Ali mengatakan agenda reses yang digelarnya berbeda dari sejumlah kegiatan sebelumnya.
 
"Selama ini reses dimanfaatkan Anggota DPR RI untuk berbicara tentang pencapaiannya. Tapi berbeda hari ini kami berdua duduk di hadapan masyarakat ingin mengukuhkan bahwa kami siap berjuang bersama demi kepentingan masyarakat Morowali dan Sulteng pada umumnya," kata Ahmad Ali di Desa Kolono, Bungku Tengah, Morowali, Rabu, 28 Oktober 2020.
 
Baca: Pemprov Banten Ikuti Pemerintah Pusat Soal UMP 2021

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan reses bersama Anwar Hafid juga mencerminkan bahwa hubungan mereka selalu terjalin baik. Selain itu Ahmad Ali juga menampik Bahwa dirinya yang menjadi penyebab gagalnya Anwar Hafid maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng 2020.
 
Dia menjelaskan masyarakat khususnya di Kabupaten Morowali harus tetap selalu hidup berdampingan. Dia tidak ingin isu tertentu memecah belah masyarakat. "Kemudian berkembang bahwa seakan saya mengganjal Pak Anwar untuk maju jadi gubernur. Bagi saya itu adalah isu yang dikembangkan oleh orang yang ingin memprovokasi dan mengadu domba keharmonisan kita," jelasnya.
 
Menurutnya kabar bohong yang dihembuskan oleh oknum hanya untuk mencari keuntungan pribadi. Karenanya dia mengingatkan agar masyarakat tidak termakan hoaks tersebut.
 
"Itulah yang menjadi harapan masyarakat mengakhiri gonjang ganjing ini. 10 tahun kami berbeda panggung. Hari ini untuk kepentingan rakyat kami berdiri di satu panggung reses adalah sejarah pertama di Indonesia," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif